Jemaah Lansia Disarankan Tak Memaksakan Diri Shalat Arbain, Ini Penjelasannya



KONTAN.CO.ID – MADINAH. Jemaah haji Indonesia, terutama para lanjut usia (lansia) disarankan tidak memaksakan diri melakukan shalat arbain di Masjid Nabawi.

Shalat arbain adalah ibadah salat fardhu yang dilakukan secara berjamaah selama 40 waktu berturut-turut di Masjid Nabawi, Madinah. Istilah arbain sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti empat puluh. Praktiknya biasanya dilakukan selama sekitar delapan hari, karena dalam sehari ada lima waktu salat wajib.

Petugas Bimbingan dan Ibadah (Bimbad) Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi Anis Diyah Puapita mengungkap, shalat arbain bukan menjadi bagian dari rukun haji atau rangkaian amalan wajib haji.


Baca Juga: Daya Beli Masyarakat Terancam, Perlu Upaya Bersama Menyangga Daya Beli

"Sehingga jemaah tidak harus dituntut (shalat arbain)," ungkapnya di Bandara Madinah, Arab Saudi, Minggu (26/4/2026).

Ia menegaskan bahwa jemaah perlu menjaga kondisi tubuh agar tetap prima menjelang puncak ibadah haji (Armuzna), karena prosesi wukuf di Arafah merupakan rukun haji yang wajib dilaksanakan dan tidak boleh ditinggalkan.

"Jangan sampai jemaah dituntut harus 40 waktu salat di Masjid Nabawi, namun justru ketika wukuf di Arafah pada saat puncak haji, jemaah justru kelelahan dan sakit," papar Anis.

Dia mengungkap kesehatan jemaah, lebih-lebih lansia harus menjadi prioritas. "Silakan shalat di Nabawi, namun jika kondisi tidak fit, tidak apa-apa melaksanakan shalat di hotel. Tidak perlu memaksakan diri," imbuh dia.

Untuk diketahui, dari sekitar 203.000 jemaah haji reguler Indonesia, sebanyak 44.432 orang merupakan jemaah lanjut usia (lansia). Hal itu menjadi perhatian bagi pendamping, ketua regu (karu), ketua rombongan (karom), serta para petugas haji.

Baca Juga: Jabatan Plt di BUMN Meluas, Waspada Ada Hambatan Keputusan Bisnis

Adapun jemaah gelombang I yang telah tiba sejak 22 April 2026 menempati Madinah selama kurang lebih sembilan hari. Kemudian jemaah gelombang II akan tiba mulai 7 Mei 2026 melalui Bandara Jeddah, Arab Saudi. Mereka akan melaksanakan ibadah puncak haji berupa wukuf di Arafah pada 26 Mei 2026.

Secara kumulatif jumlah jemaah yang telah diberangkatkan ke Arab Saudi hingga Minggu (26/4/2026) sebanyak 72 kloter dengan jumlah 28.274 jemaah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News