Jembo Cable pacu penjualan kabel serat optik



JAKARTA. PT Jembo Cable Company Tbk berupaya memperbesar penjualan kabel serat optik (fiber optic) tahun ini. Manajemen perusahaan berkode saham JECC ini menilai, seiring penetrasi industri telekomunikasi yang semakin besar, penjualan kabel serat optik pun ikut terangkat.

Antonius Benady, Direktur Keuangan Jembo menargetkan, tahun ini penjualan serat optik akan meningkat sekitar empat kali lipat dari tahun lalu. Lihat saja, sepanjang tahun lalu, nilai penjualan serat optik JECC hanya sekitar Rp 15,9 miliar. "Tahun ini, kami targetkan, penjualan sekitar Rp 100 miliar," ujarnya, Jumat (19/4).

Antonius optimistis, target itu tercapai seiring kenaikan produksi kabel fiber optic perusahaan. Asal tahu saja, tahun lalu, JECC mulai melakukan upaya peningkatan kapasitas produksi serat optik.


Antonius memperkirakan, peningkatan volume produksi mulai terjadi pada Juni 2013 mendatang. Jika tahun lalu kemampuan produksi serat optik Jembo hanya 18.500 kilometer (km) per bulan, tahun ini, akan lebih besar menjadi 72.000 km setiap bulan.

Untuk ekspansi ini, perusahaan menggelontorkan dana investasi sekitar US$ 2,5 juta. "Bulan depan mulai instalasi mesin," kata Antonius. Perusahaan kebanjiran pesanan serat optik dari salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, yaitu PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Jembo Cable telah mengantongi kontrak penjualan serat optik dari TLKM senilai Rp 1,9 triliun. Kontrak itu berlaku untuk tahun ini dan tahun depan. Produsen kabel ini tidak sendirian menggarap proyek ini. Jembo merupakan salah satu perusahaan yang tergabung dalam konsorsium PT Fujikura.

Antonius yakin, penetrasi industri telekomunikasi di dalam negeri yang tinggi bisa menjadi berkah bagi JECC. Pasalnya, pihaknya berpeluang memperbesar pangsa penjualan kabel fiber optic demi mengerek kinerja. Sejatinya, prospek industri kabel serat optik di Indonesia, menurut Antonius, sangat besar. Ia memproyeksikan, pada 2015 nanti, kebutuhan kabel serat optik di dalam negeri akan mencapai satu juta kilometer.

Jika permintaan kabel optik meningkat, permintaan produk pendukung seperti konektor dan switcher akan semakin banyak. Oleh karena itu, manajemen Jembo berharap, bisnis fiber optic bisa menjadi salah satu lini bisnis andalan perusahaan selain kabel listrik.

Hingga akhir tahun ini, JECC menargetkan bisa membukukan kenaikan pendapatan sekitar 30% menjadi Rp 1,6 triliun. Sekedar informasi, sampai akhir 2012, pendapatan JECC tercatat sebesar Rp 1,23 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Amailia Putri