Jenuh beli, IHSG diramal turun dari puncak



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lagi-lagi menyentuh rekor tertinggi dalam sejarah. Indeks saham bahkan telah menyentuh level psikologis pada penutupan perdagangan hari ini.

Senin (22/1), IHSG berhasil ditutup naik 9,63 poin atau meningkat 0,15% ke level 6.500,53, menjadikannya level tertinggi sepanjang masa. Kenaikan ini ditopang oleh investor domestik, lantaran para investor asing hari ini mencatatkan net sell sebesar Rp 283,57 miliar.

Head of LOTS Services Lotus Andalan Sekuritas Krishna Setiawan mengatakan, kenaikan indeks saham hari ini dipengaruhi oleh kenaikan sektor tambang yang mencatatkan kenaikan fantastis sebesar 2,54%. "Selain itu, beberapa saham konsumer seperti INDF, HMSP, dan MLBI terlihat naik cukup banyak sehingga ikut memberikan kontribusi terhadap kenaikan indeks," ujarnya.


Meskipun isu pemberhentian pemerintahan Amerika Serikat (AS) mewarnai pasar global, Krishna melihat hal tersebut tak akan memberikan dampak banyak ke IHSG.

Prediksi Khrisna, indeks saham akan terkoreksi pada perdagangan Selasa (23/1) di kisaran 6.460-6.530. Adapun saham-saham yang menarik untuk diperhatikan diantaranya saham PGAS, AISA, INDF, dan MBSS.

Dari sisi teknikal, analis Binaartha Parama Sekuritas M. Nafan Aji melihat, MACD masih berada di area positif. Namun, indikator stochastic dan RSI sudah menunjukkan jenuh beli. Pola shooting star candle juga terlihat pada pergerakan IHSG, mengindikasikan adanya potensi koreksi sehat pada pergerakan indeks saham.

"Dengan begitu, IHSG akan cenderung terkoreksi pada perdagangan besok dengan kisaran harga di level 6.460-6.549," kata Nafan. Menurutnya, saham-saham yang menarik untuk diperhatikan antara lain ICBP, KLBF, LSIP, SRIL, UNVR, dan WIKA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini