Jepang cabut status darurat Covid-19 secara nasional



KONTAN.CO.ID - TOKYO. Status darurat Covid-19 di Jepang akhirnya resmi dicabut secara penuh pada Jumat (1/10). Dengan ini, Jepang untuk pertama kalinya bebas dari aturan pembatasan terkait Covid-19 sejak April tahun lalu.

Penarikan status ini bisa dilakukan menyusul penurunan yang stabil dalam kasus baru virus corona secara nasional, dan meredanya tekanan pada sistem medis Jepang secara umum.

Melansir Kyodo, unit bisnis, seperti restoran dan taman hiburan, kini telah bersiap untuk dibuka secara penuh dan menyambut peningkatan jumlah pengunjung.


Pemerintah Jepang berencana untuk melonggarkan pembatasan secara bertahap untuk mengembalikan kegiatan sosial dan ekonomi.

Setelah rencana pencabutan status ini dikeluarkan pemerintah, maskapai All Nippon Airways telah menerima sekitar 50.000 pemesanan, 10 kali lebih banyak dari rata-rata sebulan yang lalu, pada Rabu (29/9).

Baca Juga: Mantan menteri Olimpiade Shunichi Suzuki diproyeksi jadi menteri keuangan Jepang

Taman hiburan populer Tokyo Disneyland dan Universal Studios Japan juga dikabarkan siap meningkatkan jumlah maksimum pengunjung harian yang diterima dari 5.000 menjadi 10.000.

Di bawah keadaan darurat yang berlaku sebelumnya, semua orang diminta untuk menahan diri dari acara-acara yang tidak penting dan menghindari pergi ke tempat-tempat ramai. Sementara restoran dan bar diminta tutup pada pukul 8 malam dan tidak menyajikan alkohol.

Aturan ini masih akan tetap diberlakukan selama sekitar satu bulan. Namun, unit usaha yang mengambil langkah anti-virus yang layak bisa mendapat izin beroperasi hingga jam 9 malam.

Di Tokyo, pemerintah metropolitan memutuskan, perusahaan bisa menyajikan alkohol jika mereka menerima sertifikasi untuk tindakan anti-Covid mereka.

Menurut laporan Kyodo, infeksi di seluruh Jepang telah turun sejak mencapai rekor harian nasional 25.867 pada 20 Agustus. Pada Kamis (30/9), hanya ada 1.576 kasus yang dilaporkan di seluruh negeri.

Selanjutnya: Hasil produksi pabrik Jepang bulan Agustus turun akibat pengurangan produksi mobil