KONTAN.CO.ID - TOKYO. Upaya Jepang merealisasikan komitmen investasi senilai US$ 550 miliar di Amerika Serikat (AS) mulai menunjukkan perkembangan. JPMorgan bersama sejumlah bank AS dikabarkan hampir mencapai kesepakatan untuk menyediakan sebagian pembiayaan proyek-proyek yang masuk dalam skema investasi tersebut. Mengutip Reuters (21/7), pendanaan dari bank-bank AS dinilai penting untuk membantu Jepang memenuhi komitmen yang disepakati dengan Presiden AS Donald Trump. Selama ini, bank-bank Jepang menghadapi kendala karena sumber pendanaan mereka didominasi mata uang yen, sementara proyek-proyek infrastruktur di AS membutuhkan pembiayaan jangka panjang dalam dolar AS dengan biaya yang tinggi. Skema investasi senilai US$ 550 miliar itu merupakan bagian dari kesepakatan dagang yang dicapai pada Juli 2025. Sebagai imbalannya, AS menurunkan tarif impor atas produk Jepang menjadi 15%, setelah sebelumnya Trump mengancam mengenakan tarif hingga 25% terhadap sebagian besar ekspor Negeri Sakura.
Jepang Gandeng Bank AS Demi Realisasikan Investasi US$ 550 Miliar
KONTAN.CO.ID - TOKYO. Upaya Jepang merealisasikan komitmen investasi senilai US$ 550 miliar di Amerika Serikat (AS) mulai menunjukkan perkembangan. JPMorgan bersama sejumlah bank AS dikabarkan hampir mencapai kesepakatan untuk menyediakan sebagian pembiayaan proyek-proyek yang masuk dalam skema investasi tersebut. Mengutip Reuters (21/7), pendanaan dari bank-bank AS dinilai penting untuk membantu Jepang memenuhi komitmen yang disepakati dengan Presiden AS Donald Trump. Selama ini, bank-bank Jepang menghadapi kendala karena sumber pendanaan mereka didominasi mata uang yen, sementara proyek-proyek infrastruktur di AS membutuhkan pembiayaan jangka panjang dalam dolar AS dengan biaya yang tinggi. Skema investasi senilai US$ 550 miliar itu merupakan bagian dari kesepakatan dagang yang dicapai pada Juli 2025. Sebagai imbalannya, AS menurunkan tarif impor atas produk Jepang menjadi 15%, setelah sebelumnya Trump mengancam mengenakan tarif hingga 25% terhadap sebagian besar ekspor Negeri Sakura.
TAG: