JAKARTA. Perusahaan Jepang menunjukkan komitmennya untuk melanjutkan investasinya di Indonesia. Hal ini ditunjukkan Keidanren, sebuah asosiasi bisnis berpengaruh yang beranggotakan eksekutif dan perusahaan besar di Jepang, datang ke Indonesia untuk mendiskusikan kelanjutan investasi, kerjasama bisnis kedua negara. I Made Dana Tangkas, Head of Permanante Committee on Industrial Policy & Regional Empowerment Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) mengatakan bahwa pertemuan tadi membicarakan bagaimana memperkuat hubungan bisnis antara Indonesia dengan Jepang. "Investasi Jepang diharapkan jadi nomor satu di Indonesia. Karena banyak peluang bisnis di Indonesia banyak bisa diisi oleh Jepang," ujar Made usai pertemuan antara Keidanren, KADIN, dan Kementerian Perindustrian pada Kamis (9/4). Ia mengatakan Jepang memiliki kemampuan dan keahlian yang diperlukan untuk mendorong industri di Indonesia. "Di bagian bahan baku, di otomotif misalnya, Indonesia belum bisa bikin baja untuk otomotif, resin untuk otomotif. Perlu dikembangkan investasi agar bisa mensubsitusi impor," ujar Made yang juga merupakan Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).
Jepang kembali janji jadi investor terbesar
JAKARTA. Perusahaan Jepang menunjukkan komitmennya untuk melanjutkan investasinya di Indonesia. Hal ini ditunjukkan Keidanren, sebuah asosiasi bisnis berpengaruh yang beranggotakan eksekutif dan perusahaan besar di Jepang, datang ke Indonesia untuk mendiskusikan kelanjutan investasi, kerjasama bisnis kedua negara. I Made Dana Tangkas, Head of Permanante Committee on Industrial Policy & Regional Empowerment Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) mengatakan bahwa pertemuan tadi membicarakan bagaimana memperkuat hubungan bisnis antara Indonesia dengan Jepang. "Investasi Jepang diharapkan jadi nomor satu di Indonesia. Karena banyak peluang bisnis di Indonesia banyak bisa diisi oleh Jepang," ujar Made usai pertemuan antara Keidanren, KADIN, dan Kementerian Perindustrian pada Kamis (9/4). Ia mengatakan Jepang memiliki kemampuan dan keahlian yang diperlukan untuk mendorong industri di Indonesia. "Di bagian bahan baku, di otomotif misalnya, Indonesia belum bisa bikin baja untuk otomotif, resin untuk otomotif. Perlu dikembangkan investasi agar bisa mensubsitusi impor," ujar Made yang juga merupakan Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).