Jepang Memprotes Latihan Tembak Langsung China di Perairan Terdekat



KONTAN.CO.ID - TOKYO. Jepang mengatakan telah mengajukan protes kepada China terkait latihan tembak langsung yang menurut mereka dilakukan di zona ekonomi eksklusifnya.

Mengutip Reuters, Selasa (21/7/2026), militer Jepang dalam sebuah pernyataan mengungkapkan, latihan tersebut, yang juga melibatkan kapal-kapal Rusia, diadakan sekitar 180 km (110 mil) barat daya Pulau Okinotori pada Minggu pagi.

China berpendapat bahwa Okinotori yang terpencil adalah sebuah batu karang, bukan pulau, dan oleh karena itu Jepang tidak berhak mengklaim perairan di sekitarnya sebagai Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) mereka. 


Kementerian Luar Negeri China tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Baca Juga: AS Rampungkan Gelombang Terbaru Serangan ke Iran, Sudah 10 Malam Berturut-turut

"Pemerintah Jepang mengajukan protes kepada China melalui jalur diplomatik, dengan alasan bahwa kegiatan tersebut dapat menimbulkan bahaya bagi navigasi kapal-kapal di sekitarnya," kata juru bicara pemerintah Jepang, Minoru Kihara, kepada wartawan pada hari Selasa.

Seorang juru bicara militer Jepang mengatakan bahwa ini adalah "pertama kalinya Tokyo secara terbuka mengungkapkan latihan tembak langsung China di ZEE-nya," sambil menambahkan bahwa kegiatan tersebut tidak melanggar aturan internasional.

Beijing dan Tokyo telah berselisih sejak komentar Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi akhir tahun lalu tentang Taiwan, pulau demokratis yang diklaim oleh China, memicu kritik keras dan tindakan balasan ekonomi dari China.

Sementara itu, China dan Rusia telah meningkatkan operasi gabungan angkatan laut dan udara di sekitar Jepang, mendorong Tokyo untuk meningkatkan pengawasan dan memperkuat pertahanannya di rantai pulau barat daya di tengah kekhawatiran atas keamanan regional.

Baca Juga: Bank of China Pimpin Penerbitan Panda Bond Perdana Indonesia

Pasukan Jepang mengatakan mereka melihat empat kapal—sebuah kapal perusak rudal kelas Renhai milik China, sebuah kapal perusak rudal kelas Luyang III, sebuah kapal pengisian bahan bakar kelas Fuchi, dan sebuah fregat kelas Steregushchiy milik Rusia—berlayar menuju Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) mereka sesaat sebelum salah satu kapal perusak China melakukan latihan tembak langsung.

Kapal-kapal di dekatnya diberitahu melalui radio sesaat sebelum latihan bahwa penembakan langsung akan dilakukan, kata Kihara.

Dalam insiden yang menjadi sorotan pada bulan Desember, Jepang mengatakan bahwa jet tempur Tiongkok mengarahkan radar mereka ke pesawat militer Jepang di dekat Kepulauan Okinawa, sebuah pernyataan yang dibantah Beijing.