KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen makanan ringan, PT Jaya Swarasa Agung Tbk atau Tays Bakers (TAYS) mengaku belum terdampak dari situasi di Jepang yang tengah masuk ke jurang resesi. CEO Tays Bakers, Alexander Anwar mengatakan, sejauh ini kegiatan ekspor produk TAYS ke Jepang masih belum terdampak, malah permintaan cenderung meningkat pesat karena produk TAYS ternyata cukup digemari oleh orang Jepang. "Sampai saat ini, tren permintaan cenderung naik," kata Alexader kepada Kontan, Jumat (23/2).
Selain itu, kata Alexander, mitra Jepang TAYS yaitu MIXIO Holdings Incorporated membuka Popup Store TRICKS di Shibuya Tokyo, dan bekerja sama dengan Japanese Idol “7 Men Samurai” untuk memasarkan TRICKS di Jepang. "Untuk ke depannya, kami tetap akan memonitor dan menganalisa situasi pasar terkini di Jepang," tutur Alexander. Ia menambahkan, saat ini mitra kami di Jepang, MIXIO Holdings Incorporated sedang gencar melakukan marketing campaign di sosial media untuk produk TRICKS dengan bekerja sama dengan boy grup di Jepang yaitu “7 Men Samurai”. Baca Juga: Begini Strategi Jaya Swarasa Agung (TAYS) Genjot Penjualan pada Puasa-Lebaran TAYS melihat potensi di pasar Jepang cukup besar untuk mendistribusikan produk-produk TAYS di Jepang. Perusahaan juga memiliki harapan yang besar terhadap penjualan di Jepang dan di negara lain. Emiten manufaktur makanan ringan ini menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini antara Rp 20 miliar hingga Rp 25 miliar. Sesuai proyeksi perusahaan bahwa capex di tahun 2024 antara Rp 20 miliar hingga Rp 25 miliar dengan target omzet di angka Rp 386 miliar. Rencananya dana dari capex tersebut adalah untuk penambahan mesin-mesin yang meningkatkan kualitas baik dari tambahan metal detector dan lain-lain sehingga yang pertama lebih efisien. Selain itu, bakal digunakan di kualitas untuk bisa masuk ke pasar Jepang.