KONTAN.CO.ID - Pemerintah Jepang berencana menurunkan status hubungan diplomatiknya dengan China dalam laporan tahunan resmi. Langkah ini mencerminkan memburuknya relasi kedua negara dalam beberapa waktu terakhir. Dalam draf Diplomatic Bluebook 2026 yang ditinjau Reuters, Jepang tidak lagi menyebut China sebagai “salah satu yang paling penting”. Sebagai gantinya, China akan disebut sebagai “tetangga penting” dengan hubungan yang tetap “strategis dan saling menguntungkan”. Laporan tersebut dijadwalkan akan disahkan oleh pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi bulan depan.
Dipicu Ketegangan Militer dan Ekonomi
Jepang Makin Waspada terhadap China
Dalam pidatonya di parlemen bulan lalu, Takaichi memperingatkan adanya “tekanan” dari China serta meningkatnya ancaman ekonomi dan keamanan, termasuk dari negara mitra Beijing seperti Rusia dan Korea Utara.Apa Artinya bagi Kawasan?
Perubahan istilah diplomatik ini mungkin terlihat simbolis, tapi sebenarnya punya makna strategis:- Jepang mengirim sinyal bahwa hubungan dengan China tidak lagi dianggap “prioritas utama”
- Risiko fragmentasi ekonomi dan teknologi di Asia semakin besar
- Blok geopolitik AS dan sekutunya vs China, semakin jelas terbentuk