Jerman Hadapi Gelombang Panas Ekstrem, Korban Tewas Capai 9.800 Orang



KONTAN.CO.ID - BERLIN. Gelombang panas ekstrem terus menimbulkan dampak serius di Jerman. Lembaga kesehatan Jerman, Robert Koch Institute (RKI), memperkirakan sekitar 9.800 orang di seluruh negeri telah meninggal dunia akibat penyebab yang berkaitan dengan cuaca panas sepanjang tahun ini.

Dalam laporan mingguan yang dirilis pada Kamis (30/7/2026), RKI menyebutkan bahwa beberapa wilayah di Jerman diperkirakan kembali menghadapi suhu udara yang melampaui 40 derajat Celsius, sehingga berpotensi meningkatkan jumlah korban jiwa akibat gelombang panas.

Menurut RKI, kelompok usia 75 tahun ke atas menjadi kelompok yang paling rentan terhadap kematian akibat suhu panas ekstrem.


Lembaga tersebut juga menjelaskan bahwa angka kematian meningkat secara signifikan pada pekan-pekan ketika suhu rata-rata melebihi 20 derajat Celsius.

Baca Juga: ​Apple Upgrade Resmi Meluncur, iPhone hingga Mac Kini Bisa Disewa Bulanan

"Karena itu, kami memperkirakan gelombang panas yang terjadi pada musim panas tahun ini juga akan menyebabkan peningkatan angka kematian," demikian pernyataan RKI dalam laporannya.

Sebelumnya, pada Juni lalu, Jerman telah mengalami gelombang panas yang memecahkan rekor, dengan suhu mencapai 40 derajat Celsius atau lebih di banyak wilayah.

Fenomena cuaca ekstrem tersebut menjadi perhatian otoritas kesehatan karena dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi lansia dan kelompok masyarakat yang memiliki kondisi medis tertentu.

Dengan prakiraan suhu tinggi yang kembali melanda sejumlah kawasan, pemerintah dan otoritas kesehatan di Jerman terus mengimbau masyarakat untuk mengambil langkah-langkah pencegahan guna mengurangi risiko dampak buruk akibat paparan panas ekstrem.