Jerman Kaji Perpanjangan Kebijakan Pelepasan Cadangan Minyak Nasional



KONTAN.CO.ID - BERLIN. Kementerian Perekonomian Jerman sedang mempertimbangkan apakah akan memperpanjang pelepasan sebagian cadangan minyak nasionalnya setelah masa kebijakan yang berlaku berakhir pada musim panas ini, kata seorang juru bicara pada Kamis (18/6).

Jerman untuk sementara mengurangi persyaratan penimbunan pada bulan Maret untuk mengambil bagian dalam pelepasan stok darurat yang dikoordinasikan oleh Badan Energi Internasional (IEA) guna mengatasi gangguan pasokan akibat perang Iran.

"Kami masih melakukan diskusi mengenai apakah harus ada perpanjangan" di luar kebijakan yang berlaku hingga 31 Agustus, kata juru bicara tersebut dalam pernyataan melalui email kepada Reuters.


Baca Juga: Israel Rilis Peta Pendudukan Lebanon Baru, Bahas Penempatan Pasukan dengan AS

Jerman merupakan salah satu dari 32 anggota IEA yang pada bulan Maret sepakat untuk melepaskan 400 juta barel minyak dari cadangan strategis guna meredam lonjakan harga minyak mentah global.

Amerika Serikat telah mengumumkan kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang Iran, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz, yang berpotensi mengakhiri salah satu gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah.

Berdasarkan rilis IEA, kontribusi Jerman mencapai 2,65 juta metrik ton atau setara 19,5 juta barel minyak. Awalnya, Jerman menawarkan 600.000 metrik ton yang kemudian seluruhnya diserap oleh pasar.

Kementerian tersebut mengatakan pekan lalu bahwa mereka tidak melihat alasan untuk melepaskan cadangan minyak tambahan.

"Sebagian besar minyak mentah dan produk minyak bumi tetap berada dalam cadangan," kata juru bicara tersebut pada Kamis, seraya menambahkan bahwa saat ini tidak ada kekurangan energi fisik di Jerman.

Baca Juga: Siap-Siap, Kenaikan Suku Bunga Akan Terjadi di Negara-Negara G10