Jerman Respons Penarikan Pasukan AS dengan Seruan Perkuat Militer Eropa



KONTAN.CO.ID - Pemerintah Jerman mendorong penguatan pertahanan Eropa menyusul rencana penarikan 5.000 pasukan Amerika Serikat (AS) dari wilayahnya.

Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius mengatakan, langkah tersebut sebenarnya sudah diperkirakan, namun harus menjadi momentum bagi negara-negara Eropa untuk meningkatkan kemandirian dalam menjaga keamanan.

“Kita di Eropa harus mengambil tanggung jawab lebih besar atas keamanan kita sendiri,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).


Baca Juga: Tanpa UEA, OPEC+ Sepakati Kenaikan Produksi Minyak Juni

Sebelumnya, Pentagon mengumumkan rencana penarikan sebagian pasukan dari Jerman, yang merupakan basis militer terbesar AS di Eropa.

Kebijakan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan hubungan transatlantik, terutama terkait perang Iran dan isu tarif perdagangan.

Presiden AS Donald Trump telah lama mendorong pengurangan kehadiran militer di Jerman serta meminta Eropa mengambil peran lebih besar dalam pembiayaan dan pertahanan kawasan.

Langkah ini juga dipicu ketegangan terbaru antara Trump dan Kanselir Jerman Friedrich Merz terkait strategi keluar AS dari konflik di Timur Tengah.

Saat ini, terdapat sekitar 36.000 hingga hampir 40.000 personel militer AS yang ditempatkan di Jerman.

Baca Juga: AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman, Ini Peta Kekuatan Militernya di Eropa

Penarikan pasukan diperkirakan berlangsung dalam 6 hingga 12 bulan ke depan, meski belum ada rincian mengenai pangkalan yang terdampak.

NATO menyatakan tengah berkoordinasi dengan AS untuk memahami detail kebijakan tersebut.

Perdana Menteri Polandia Donald Tusk turut menyuarakan kekhawatiran.

Ia menilai ancaman terbesar bagi komunitas transatlantik saat ini justru berasal dari melemahnya solidaritas internal aliansi.

“Ancaman terbesar bukan musuh eksternal, melainkan disintegrasi aliansi kita,” tulisnya.

Di sisi lain, keputusan Washington ini juga datang bersamaan dengan rencana kenaikan tarif impor mobil Uni Eropa hingga 25%, yang berpotensi menekan ekonomi Jerman.

Baca Juga: Iran Eksekusi Dua Tersangka Mata-Mata Israel

Sejumlah analis menilai kebijakan tersebut lebih mencerminkan tekanan politik domestik yang dihadapi Trump dibanding strategi jangka panjang yang terkoordinasi.

Jerman sendiri berencana meningkatkan jumlah personel aktif Bundeswehr dari sekitar 185.000 menjadi 260.000 tentara, meskipun sejumlah pihak menilai angka tersebut masih belum cukup untuk menghadapi potensi ancaman dari Rusia.

Penarikan pasukan AS juga mencakup pembatalan penempatan batalion rudal jarak jauh yang sebelumnya direncanakan.

Hal ini dinilai menjadi pukulan bagi upaya deterrence Eropa, khususnya dalam menghadapi Rusia, sembari menunggu pengembangan kemampuan militer mandiri di kawasan.