Jerry Ng Dikabarkan Tengah Mempertimbangkan Merger Bank Jago dan BFI Finance



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investor yang dipimpin konglomerat Jerry Ng dikabarkan tengah mengkaji sejumlah opsi strategis atas kepemilikan saham mereka di PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) dan PT Bank Jago Tbk (ARTO). Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah menggabungkan kedua perusahaan tersebut.

Mengutip Bloomberg, proses kajian strategis tersebut didampingi oleh Goldman Sachs Group Inc. Sumber yang mengetahui pembahasan tersebut menyebutkan, salah satu opsi yang sedang dikaji adalah merger Bank Jago dan BFI Finance.

Jika terealisasi, entitas hasil penggabungan diperkirakan memiliki nilai pasar sekitar Rp25 triliun atau sekitar US$1,4 miliar.


Selain opsi merger, sejumlah bank asing yang ingin memperluas bisnis di Indonesia disebut juga berpotensi tertarik terhadap BFI Finance maupun Bank Jago. Namun hingga kini, pembahasan masih berlangsung dan belum ada keputusan final.

Baca Juga: Hingga Juni 2026, volume transaksi QRIS BTN capai 118,09 juta transaksi

Menanggapi kabar tersebut, Bank Jago menyatakan tidak memberikan komentar atas berbagai spekulasi yang beredar di pasar. Perseroan juga menegaskan tidak memiliki informasi yang dapat disampaikan terkait kemungkinan merger dengan BFI Finance maupun pendekatan dari lembaga keuangan atau investor asing.

Meski demikian, Bank Jago menegaskan kerja sama dengan BFI Finance saat ini merupakan kolaborasi bisnis strategis yang telah berjalan.

Di sisi lain, juru bicara BFI Finance, Dian Fahmi mengatakan perseroan tidak berada dalam posisi untuk mengomentari aktivitas maupun keputusan para pemegang sahamnya. Ia juga menyebut tidak ada informasi material baru yang dapat disampaikan kepada publik.

Goldman Sachs menolak memberikan komentar atas kabar tersebut. Sementara itu, Jerry Ng belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi.

Mengacu pada data perusahaan, kepemilikan Jerry Ng di BFI Finance dilakukan melalui Trinugraha Capital & Co yang menguasai sekitar 51% saham BFI Finance.

Baca Juga: Laba BCA Syariah Tumbuh 13,82% hingga Mei 2026, Ditopang Digitalisasi

Sebelumnya, Mergermarket pada April 2026 juga melaporkan bahwa pemegang saham pengendali BFI Finance tengah mengeksplorasi opsi penjualan sebagian kepemilikan dan telah menunjuk Goldman Sachs sebagai penasihat keuangan.

Setelah kabar tersebut mencuat, saham BFI Finance sempat melonjak hingga 25% pada 16 April 2026, menjadi kenaikan harian terbesar sejak 2010. Meski telah terkoreksi dari level tertingginya, harga saham BFI Finance masih menguat sekitar 8% sepanjang tahun ini, dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp11,4 triliun.

Sebaliknya, kapitalisasi pasar Bank Jago saat ini berada di kisaran Rp13,7 triliun setelah harga sahamnya melemah sekitar 50% sepanjang tahun berjalan.

Selain Jerry Ng, pemegang saham Trinugraha Capital juga mencakup perusahaan private equity Northstar Group dan pengusaha tambang Garibaldi Thohir. Sementara di Bank Jago, Jerry Ng menguasai sekitar 30% saham. Pemegang saham lainnya antara lain GIC Pte dari Singapura, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, serta salah satu pendiri Northstar, Patrick Walujo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News