KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jersey sepak bola mulai dilirik sebagai salah satu instrumen investasi alternatif. Tak hanya memiliki nilai emosional bagi penggemar, jersey dengan sejarah dan tingkat kelangkaan tinggi juga berpotensi mengalami kenaikan harga yang signifikan. Perbincangan mengenai nilai investasi jersey kembali mencuat setelah jersey yang dikenakan legenda Brasil, Pele, saat final Piala Dunia 1958 terjual hingga US$ 4,9 juta atau sekitar Rp 88,2 miliar dalam lelang di Sotheby's. Transaksi tersebut menjadikannya kaus sepak bola memorabilia termahal kedua yang terjual di lelang setelah hasil lelang jersey senilai US$ 9,3 juta yang dibayarkan pada tahun 2022 untuk kaus yang dikenakan Diego Maradona ketika ia mencetak gol "Tangan Tuhan" saat Argentina melawan Inggris di Piala Dunia 1986.
Salah satu kolektor jersey, Rezky Reza Pratama, mengatakan tingginya harga sebuah jersey ditentukan banyak faktor. Selain sosok pemain yang mengenakannya, sejarah yang telah ditorehkan, pertandingan tempat jersey itu digunakan, hingga kondisi fisik menjadi penentu utama.
Baca Juga: Piala Dunia Jadi Momentum, Harga Jersey Bola Bisa Melonjak Reza sendiri mulai mengoleksi jersey sejak 2008. Nilai koleksi jerseynya kini diperkirakan berkisar Rp 5 juta hingga Rp 50 juta berdasarkan harga pasar. “Yang tidak kalah penting adalah kondisinya sekarang. Ada kondisi tertentu yang membuat jersey bisa semakin tinggi nilainya, semisal ada tanda tangannya atau bagaimana proses jersey itu dimiliki,” ujar Reza kepada Kontan, Jumat (17/7/2026). Senada, kolektor jersey lainnya, Bani Maryanto, mengatakan faktor kelangkaan menjadi alasan utama sebuah jersey dapat dihargai sangat mahal. Apalagi jika jersey tersebut hanya tersedia satu di dunia dan dikenakan pemain legendaris pada pertandingan yang bersejarah. Menurutnya, jersey Maradona saat laga melawan Inggris di Piala Dunia 1986 menjadi contoh bagaimana kombinasi nama besar pemain dan momentum pertandingan mampu mendorong nilai koleksi hingga ratusan miliar rupiah. Di Indonesia sendiri, Reza melihat pasar koleksi jersey berkembang pesat dalam lima tahun terakhir. Kemudahan memperoleh jersey melalui platform digital membuat minat masyarakat semakin meningkat. Menurutnya, bukan hanya jersey match worn, tetapi jersey original yang dijual di pasaran, baik versi replica maupun authentic, juga berpotensi mengalami kenaikan nilai apabila bertemu dengan pembeli yang tepat. "Masing-masing jenis jersey punya kelas nilainya masing-masing. Jersey replica jika dihadapkan dengan pembeli yang sesuai pasti punya nilai yang tinggi pula, karena basis fans base sepak bola luas banget," kata Reza. Bani juga sepakat jersey layak dipertimbangkan sebagai salah satu instrumen investasi alternatif. Ini sebab, biaya perawatan yang relatif rendah menjadi salah satu keunggulan dibandingkan aset koleksi lainnya. "Sebagai instrumen investasi setuju banget, karena perawatan mudah dan tak ada biaya pemeliharaan. Faktor yg menentukan kenaikan jersey biasanya banyak dipengaruhi kelangkaan dan demand-nya tinggi. Kain vintage jadi salah satu opsi buat incaran karena usianya sudah lama," ujar Bani.
Baca Juga: Harga Bitcoin Masih Dibayangi Tekanan, Begini Saran Terhadap Investor Baik Reza maupun Bani sepakat bahwa harga jersey dipengaruhi kombinasi berbagai faktor, mulai dari usia, tingkat kelangkaan, kondisi fisik, keaslian, edisi pertandingan, hingga keberadaan tanda tangan pemain. Adapun tren koleksi saat ini masih didominasi jersey retro. Reza mengatakan jersey era 1980-an atau yang lebih tua menjadi salah satu buruan utama para kolektor. Namun, ia justru menyarankan kolektor membeli jersey saat tidak sedang ada momentum besar karena harga cenderung lebih rendah. "Sebenarnya sekarang momen mengoleksi jersey edisi terbaru, yang kalau kita bisa simpan dengan baik mungkin harganya bisa naik empat hingga lima tahun mendatang," katanya.
Di sisi lain, Bani mengungkapkan jersey Timnas Norwegia menjadi salah satu yang paling banyak dicari saat ini karena permintaannya tinggi, sementara stoknya relatif terbatas. Ia memperkirakan jersey tim yang keluar sebagai juara Piala Dunia juga akan mengalami lonjakan permintaan. "Kalau untuk Piala Dunia ini harus pintar-pintar membaca market. Permintaan tinggi dan stok langka pasti harga bisa naik gila-gilaan. Sementara jersey Norwegia masih banyak permintaan dan sulit dicari," ucapnya.
Baca Juga: Dana Asing Keluar, Pasar Obligasi Ritel RI Jadi Oasis Investasi Domestik Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News