Jet Tempur Israel Mulai Menghantui Rafah, Armada Tank Kembali ke Gaza Utara



KONTAN.CO.ID - Armada tank Israel kembali bergerak di Gaza utara pada hari Selasa (16/4), wilayah yang telah mereka tinggalkan beberapa minggu lalu. Di saat yang sama, armada jet tempur Israel mulai melancarkan serangan udara di Rafah, tempat perlindungan terakhir warga Palestina.

Melansir Reuters, otoritas kesehatan Palestina mengatakan serangan Israel telah menewaskan empat orang dan melukai beberapa lainnya di Rafah.

Beberapa saat menjelang tengah malam, serangan udara Israel menghantam sebuah rumah di Rafah dan menewaskan tujuh orang, termasuk anak-anak, dan melukai beberapa lainnya.


Otoritas kesehatan Palestina dan media resmi Hamas juga mengatakan bahwa serangan udara Israel telah menewaskan 11 warga Palestina, termasuk anak-anak, di kamp pengungsi Al-Maghazi di Jalur Gaza tengah.

Baca Juga: Gencatan Senjata di Gaza Masih Belum Jelas, Israel Siapkan Gelombang Serangan Baru

Masih di hari yang sama, warga mengatakan pesawat Israel telah mengebom dan menghancurkan empat bangunan tempat tinggal bertingkat di kamp pengungsi Al-Nusseirat di Jalur Gaza tengah.

Militer Israel mengatakan, pasukannya akan terus beroperasi di Jalur Gaza tengah dan mereka telah membunuh beberapa pria bersenjata yang berusaha menyerang mereka.

"Selama beberapa hari terakhir, jet tempur dan pesawat Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menghancurkan peluncur rudal bersama dengan puluhan infrastruktur teroris, terowongan teror, dan kompleks militer tempat teroris bersenjata Hamas berada," kata militer Israel dalam laporannya.

Baca Juga: Israel Telah Menetapkan Waktu untuk Menyerang Rafah

Rafah merupakan tempat di mana lebih dari separuh dari 2,3 juta penduduk Gaza berlindung. Sayangnya, tempat itu tidak lagi aman bagi mereka.

Hingga saat ini, lebih dari 33.000 warga Palestina telah tewas akibat serangan Israel. Sebanyak 46 orang lainnya tewas dalam 24 jam terakhir hingga hari Selasa.

Israel berada di bawah tekanan internasional untuk mengizinkan lebih banyak bantuan ke Gaza. PBB memprediksi, bencana kelaparan diperkirakan terjadi pada bulan Mei di Gaza utara.

Kantor hak asasi manusia PBB pada hari Selasa melaporkan, Israel masih memberlakukan pembatasan yang “melanggar hukum” terhadap bantuan kemanusiaan untuk Gaza.