Jet tempur Yunani jatuh di Spanyol, 10 tewas!



MADRID. Musibah terjadi pada salah satu pesawat jet tempur milik Yunani. Pesawat tersebut mengalami kecelakaan di sebuah pangkalan udara NATO di pusat Spanyol. Menurut Menteri Pertahanan Spanyol Mariano Rajoy, ada sepuluh orang yang tewas dari kejadian tersebut.

Diutarakan, jet tempur Yunani F-16 kehilangan tenaga saat melakukan take-off. Alhasil, jet tersebut jatuh menimpa pesawat lain dan meledak di Los Llanos di Albacete.

Salah satu media lokal menyebut, seorang pilot melakukan kesalahan saat bermanufer saat lepas landas. Kedua pilot tersebut tewas.


Sementara, Kementerian Pertahanan Prancis menjelaskan, di antara sepuluh korban, salah satunya berkewarganegaraan Prancis. Sedangkan lima lainnya luka-luka. Dalam pernyataan resminya, Menteri Pertahanan Prancis mengatakan bahwa jet tempur tersebut memang bermarkas di pangkalan udara Spanyol.

Laporan lain menyebutkan, korban luka-luka banyak yang merupakan warga Italia. Namun, tidak diungkapkan lebih rinci mengenai kejadian tersebut. Di pangkalan tersebut juga banyak perosnel dari AS, Denmark, Jerman, Belgia, dan Inggris.

Pesawat jet tersebut jatuh pada pukul 15.30 waktu Madrid, tepatnya di 260 km Madrid timur laut.

Analis penerbangan Sean Maffett menjelaskan, sangat sulit membayangkan bagaimana kecelakaan tersebut terjadi karena landasan paci pesawat tersebut hanya berjarak 305 meter dari lokasi kejadian.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stotenberg mengatakan kesedihannya yang mendalam atas musibah ini.

"Kejadian ini merupakan tragedi yang akan berdampak pada keluarga NATO. Saya mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya pada keluarga korban dan semoga koban luka-luka bisa segera sembuh," jelasnya.

Pemerintahan Spanyol mengatakan, jet tersebut berpartisipasi dalam latihan bersama NATO yang dinamakan Tactical Leadership Programme (TLP).

TLP tidak merupakan bagian dari struktur NATO, melainkan sebuah organisasi yang dibentuk di bawah kesepakatan 10 negara NATO yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pasukan militer udara melalui pengembangan dan latihan kepemimpinan.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie