KONTAN.CO.ID - Maskapai berbiaya rendah Jetstar, anak usaha maskapai nasional Australia Qantas Airways, akan mulai mengenakan biaya tambahan bagi penumpang yang ingin menyimpan tas kabin di kompartemen atas (
overhead locker). Kebijakan baru tersebut akan berlaku mulai Februari 2027. Mengutip
Reuters, Rabu (5/8/2026), penumpang tetap dapat membawa satu tas kecil yang muat di bawah kursi, seperti ransel kecil, tas tangan, atau tas laptop, tanpa dikenakan biaya tambahan.
Baca Juga: Harga Emas Spot Menguat Tipis Rabu (5/8), Pasar Menanti Data Tenaga Kerja AS Namun, bagi penumpang yang ingin membawa tas kabin berukuran lebih besar untuk disimpan di kompartemen atas, akan dikenakan biaya antara A$25 hingga A$52 (sekitar US$18–US$37) per penerbangan, tergantung rute. Melalui kebijakan baru ini, Jetstar menyelaraskan aturan bagasinya dengan sejumlah maskapai berbiaya rendah dunia yang telah lebih dulu memungut biaya untuk penggunaan ruang penyimpanan di kabin, sementara tas kecil di bawah kursi tetap termasuk dalam tarif dasar. Penumpang yang membutuhkan kapasitas bagasi kabin lebih besar dapat membeli layanan
Priority Carry-on sebelum penerbangan. Layanan tersebut mencakup hak membawa tas berukuran lebih besar ke kompartemen atas, fasilitas naik pesawat lebih awal (
priority boarding), serta menghapus batas berat bagasi kabin sebelumnya yang sebesar 7 kilogram. Biaya tambahan untuk bagasi, kelebihan bagasi, pemilihan kursi, dan layanan prioritas kini menjadi salah satu sumber pendapatan yang semakin penting bagi maskapai berbiaya rendah.
Baca Juga: Kabar Transfer Man United: 6 Pemain Berpeluang Hengkang Sebelum Deadline Namun, kebijakan tersebut juga menuai kritik dari sejumlah kelompok konsumen yang menilai tarif dasar maskapai kerap tidak mencerminkan biaya perjalanan secara keseluruhan.
Jetstar menyatakan perubahan kebijakan dilakukan setelah melakukan riset terhadap pelanggan dan awak kabin. Hasilnya menunjukkan proses penimbangan bagasi di pintu keberangkatan serta persaingan memperebutkan ruang kompartemen atas menjadi salah satu sumber stres terbesar bagi penumpang di bandara. Chief Executive Officer (CEO) Jetstar Stephanie Tully mengatakan, model baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketepatan waktu keberangkatan dengan mempercepat proses naik pesawat sekaligus mengoptimalkan penggunaan ruang penyimpanan di kabin. "Anda hanya membayar sesuai kebutuhan. Bepergian dengan barang lebih sedikit berarti membayar lebih murah, dan Anda selalu dapat menambahkan layanan jika memang diperlukan," ujar Tully dalam keterangannya.