KONTAN.CO.ID - TOKYO. Harga obligasi pemerintah Jepang atau Japanese Government Bonds (JGB) menguat pada Kamis (20/8/2026), menjelang lelang obligasi tenor 20 tahun. Penguatan JGB juga dipengaruhi langkah Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) untuk menekan biaya pinjaman jangka panjang. Melansir
Reuters, yield JGB tenor 10 tahun turun 5 basis poin (bps) menjadi 2,84%, sementara yield tenor 20 tahun merosot 7,5 bps menjadi 3,7%. Pergerakan yield berlawanan arah dengan harga obligasi.
Baca Juga: AS Gandakan Buyback Treasury, Yield Obligasi 30 Tahun Mulai Turun Penguatan pasar obligasi Jepang terjadi setelah Treasury AS pada Rabu mengumumkan rencana menggandakan ukuran operasi pembelian kembali atau buyback untuk surat utang Treasury tenor panjang. Kebijakan tersebut ditujukan untuk meningkatkan likuiditas pasar dan meredam kenaikan biaya pinjaman jangka panjang. Setelah pengumuman tersebut, obligasi Treasury AS tenor panjang turut menguat. Menanti Lelang JGB Pelaku pasar kini menantikan lelang obligasi pemerintah Jepang tenor 20 tahun yang digelar Kementerian Keuangan Jepang pada Kamis. Sebelumnya, lelang JGB tenor lima tahun pada Selasa mencatat permintaan tertinggi sejak Juni 2025. Kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi permintaan investor terhadap surat utang Jepang. Namun, Takayuki Miyajima, Senior Economist Sony Financial Group menilai, ruang penguatan pasar JGB masih terbatas.
Baca Juga: Dolar Tertekan Dekati Level Terendah Tiga Bulan Kamis (20/8), Ini Pemicunya "Meski lelang obligasi tenor 20 tahun diperkirakan memberikan hasil yang solid, potensi kenaikan pasar tampaknya terbatas di tengah ketidakpastian yang masih berlangsung terkait kebijakan moneter dan fiskal serta tren inflasi," ujar Miyajima dalam catatannya. Selain JGB, pasar obligasi global sebelumnya menghadapi tekanan akibat kenaikan yield di AS, Jerman dan Jepang ke level tertinggi dalam beberapa dekade. Kenaikan tersebut dipicu kekhawatiran terhadap membengkaknya utang pemerintah serta risiko inflasi akibat harga minyak yang tetap tinggi di tengah konflik di Timur Tengah. Sementara itu, yield JGB tenor dua tahun yang paling sensitif terhadap ekspektasi suku bunga Bank of Japan (BOJ), serta yield tenor lima tahun, tercatat relatif stabil.