Jhonlin Agro Raya (JARR) Siap Pasok B50, Andalkan Kapasitas FAME 495.000 MT per Tahun



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) menyatakan kesiapan mendukung implementasi mandatori biodiesel B50 yang akan mulai berlaku pada pertengahan tahun ini.

Perusahaan mengandalkan kapasitas produksi fatty acid methyl ester (FAME) yang saat ini mencapai 495.000 metrik ton per tahun.

Direktur Keuangan PT Jhonlin Agro Raya Tbk Temmy Iskandar mengungkapkan, hingga kini perusahaan belum memiliki rencana ekspansi kapasitas produksi FAME. Meski demikian, JARR tetap optimistis dapat berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan biodiesel nasional.


Menurut Temmy, prospek bisnis FAME pada tahun ini tergolong menantang seiring dinamika geopolitik global yang mendorong kenaikan harga gas oil. Kondisi tersebut berimbas pada struktur biaya dan dinamika pasar energi.

Baca Juga: Peran Pimpinan Perusahaan Krusial Menentukan Arah Perilaku Karyawan

Kendati demikian, JARR menyatakan siap mendukung kebijakan pemerintah dalam implementasi B50.

“Sebagai produsen, kami tentunya akan mendukung kebijakan ini untuk mendorong hilirisasi energi, memperkuat ketahanan energi, mengurangi ketergantungan impor solar, serta meningkatkan bauran energi terbarukan nasional,” ujarnya kepada Kontan, Minggu (5/4/2026).

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menetapkan kebijakan mandatori B50 yang akan berlaku mulai 1 Juli 2026. Program ini merupakan campuran 50% biodiesel berbasis minyak kelapa sawit (CPO) dan 50% solar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong kemandirian dan efisiensi energi nasional.

Ia juga memastikan kesiapan Pertamina dalam proses pencampuran (blending) B50. Implementasi program ini diperkirakan dapat menekan konsumsi BBM fosil hingga 4 juta kiloliter.

Selain itu, dalam jangka waktu enam bulan, pemerintah menghitung kebijakan B50 berpotensi menghasilkan penghematan subsidi biodiesel hingga Rp 48 triliun.

Baca Juga: Pertamina NRE Gandeng US Grains & BioProducts Council untuk Pengembangan Bioetanol

Adapun,  PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) mencetak peningkatan kinerja di periode Januari-September 2025.

Emiten CPO milik Haji Isam ini mengantongi penjualan Rp 3,08 triliun per kuartal III 2025. Ini naik 17,24% secara tahunan dari Rp 2,63 triliun di periode sama tahun lalu.

Secara rinci, segmen Fatty acid methyl ester (FAME) menyumbang Rp 2,56 triliun. Lalu, segmen Palm fatty acid distillate (PFAD) berkontribusi Rp 231,36 miliar, segmen Crude glycerine (CG) Rp 165,99 miliar, dan segmen minyak goreng Rp 64,15 miliar.

Kemudian, segmen kernel menyumbang Rp 43,9 miliar, segmen fatty matter (FM) Rp 20,91 miliar, dan segmen tandan buah segar (TBS) Rp 2,18 miliar.

Beban pokok penjualan ikut naik dari Rp 2,33 triliun menjadi Rp 2,64 triliun per September 2025.

Alhasil, laba bruto menjadi Rp 445,40 miliar di periode ini, naik 47,81% secara tahunan alias year on year (YoY) dari Rp 301,31 miliar.

Laba bersih tahun berjalan pun tercatat Rp 224 miliar per kuartal III 2025, naik 44,19% YoY dari Rp 122,34 miliar per kuartal III tahun lalu.

Baca Juga: Efek Perang AS-Israel Versus Iran, Harga Air Dalam Kemasan Bisa Mahal, Kok Bisa?

Dengan kinerja tersebut, laba per saham dasar menjadi Rp 24,27 per September 2025, naik dari Rp 16,83 pada periode sama tahun lalu.

Per 30 September 2025, JARR punya jumlah aset Rp 3,99 triliun. Ini turun dari Rp 4,10 triliun per 30 September 2024.

Jumlah liabilitas perseroan sebesar Rp 2,11 triliun di akhir September 2025, turun dari Rp 2,4 triliun di akhir Desember 2024. Sementara, jumlah ekuitas tercatat Rp 1,87 triliun di kuartal III 2025, naik dari Rp 1,7 triliun di akhir tahun 2024.

JARR memiliki kas dan setara kas akhir periode sebesar Rp 256,07 miliar di akhir September 2025, naik dari Rp 131,98 miliar di periode sama tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News