KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) menargetkan pendapatan Jakarta International Convention Center (JICC) tumbuh sekitar 5% pada 2026. Direktur Pembangunan dan Pengembangan Usaha PPKGBK, M. Rofik Anwar mengatakan, target tersebut dipasang meski jumlah event JICC tahun ini diproyeksikan relatif sama dengan 2025. “Tahun 2025 tadi itu 130-an event, dan kita proyeksinya masih di 125-130 event. Kita mengharapkan ada tumbuh 5%,” ujar Rofik, kepada KONTAN Jumat (14/8/2026). Pada 2025, JICC mencatat sekitar 130 event dengan pendapatan sekitar Rp169 miliar. JICC mulai dikelola langsung oleh PPKGBK sejak Januari 2025. Sebelumnya, pengelolaan dilakukan melalui mitra dengan skema bagi hasil. Baca Juga: Booking Venue JICC hingga November 2026 Penuh, Tarif Sewa Naik 5% Rofik menyebut PNBP yang diterima GBK saat itu sekitar Rp15 miliar. Setelah dikelola sendiri, pendapatan JICC disebut mencapai sekitar Rp130 miliar. Mayoritas pengguna JICC berasal dari korporasi dan swasta. Sementara, porsi penyelenggara pemerintah diperkirakan sekitar 25%. Bisnis JICC mencakup berbagai kegiatan, mulai dari pameran, konferensi, event internasional, olahraga, wisuda, pernikahan hingga gathering korporasi. Rofik mengatakan kondisi industri MICE turut dipengaruhi kondisi ekonomi dan situasi global. Pengelola juga terus mendorong pemasaran venue untuk menjaga tingkat pemanfaatannya. “Industri MICE itu faktornya banyak. Faktor ekonomi, baik skala Indonesia maupun dunia juga banyak,” pungkas Rofik. Baca Juga: PPKGBK Buka Suara Soal Rencana Danantara Garap Eks Hotel Sultan
JICC Targetkan Pendapatan Tumbuh 5% pada 2026
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) menargetkan pendapatan Jakarta International Convention Center (JICC) tumbuh sekitar 5% pada 2026. Direktur Pembangunan dan Pengembangan Usaha PPKGBK, M. Rofik Anwar mengatakan, target tersebut dipasang meski jumlah event JICC tahun ini diproyeksikan relatif sama dengan 2025. “Tahun 2025 tadi itu 130-an event, dan kita proyeksinya masih di 125-130 event. Kita mengharapkan ada tumbuh 5%,” ujar Rofik, kepada KONTAN Jumat (14/8/2026). Pada 2025, JICC mencatat sekitar 130 event dengan pendapatan sekitar Rp169 miliar. JICC mulai dikelola langsung oleh PPKGBK sejak Januari 2025. Sebelumnya, pengelolaan dilakukan melalui mitra dengan skema bagi hasil. Baca Juga: Booking Venue JICC hingga November 2026 Penuh, Tarif Sewa Naik 5% Rofik menyebut PNBP yang diterima GBK saat itu sekitar Rp15 miliar. Setelah dikelola sendiri, pendapatan JICC disebut mencapai sekitar Rp130 miliar. Mayoritas pengguna JICC berasal dari korporasi dan swasta. Sementara, porsi penyelenggara pemerintah diperkirakan sekitar 25%. Bisnis JICC mencakup berbagai kegiatan, mulai dari pameran, konferensi, event internasional, olahraga, wisuda, pernikahan hingga gathering korporasi. Rofik mengatakan kondisi industri MICE turut dipengaruhi kondisi ekonomi dan situasi global. Pengelola juga terus mendorong pemasaran venue untuk menjaga tingkat pemanfaatannya. “Industri MICE itu faktornya banyak. Faktor ekonomi, baik skala Indonesia maupun dunia juga banyak,” pungkas Rofik. Baca Juga: PPKGBK Buka Suara Soal Rencana Danantara Garap Eks Hotel Sultan
TAG: