KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jakarta International Expo (JIEXPO) optimis bisnis meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) akan terus tumbuh hingga akhir tahun 2026. Optimisme tersebut didorong dengan tingginya permintaan penyelenggaraan pameran dari dalam maupun luar negeri, oleh sebab itu perusahaan membangun hall baru seluas 25.000 meter persegi yang akan menambah kapasitas venue sekitar 35%–40%. Marketing Director JIEXPO Ralph Scheunemann mengatakan, adanya penambahan kapasitas dilakukan karena permintaan penyelenggaraan pameran terus meningkat, bukan sekedar untuk Jakarta Fair tetapi juga berbagai pameran yang memanfaatkan venue JIEXPO. Baca Juga: Transaksi Pembayaran Digital Tembus 5,15 M, M2P Dorong Sistem Anti-Fraud Berbasis AI “Kita optimistis sekali karena itu kita bangun hall baru. Kenapa? Karena permintaan dari peserta sangat besar, bukan hanya untuk Jakarta Fair, tetapi juga untuk pameran-pameran yang menggunakan venue JIEXPO,” ujarnya kepada KONTAN, Jumat (3/7). Menurut Ralph, permintaan penyelenggaraan pameran berasal dari pelaku usaha dalam negeri maupun luar negeri. Oleh karena itu, JIEXPO meyakini tambahan kapasitas venue dapat terserap seiring masih besarnya kebutuhan ruang pameran di Indonesia. “Kita lihat memang permintaan penyelenggaraan pameran dari dalam negeri maupun luar negeri sangat besar. Karena itu kita berani menambah kapasitas hampir 40% dan kami optimistis market-nya ada,” katanya. Ralph menambahkan, JIEXPO memfokuskan bisnisnya pada penyelenggaraan pameran business to business (B2B) yang dinilai memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi nasional. Sejumlah sektor seperti minyak dan gas, otomotif, food and hotel, serta makanan dan minuman rutin menggelar pameran di JIEXPO. “Tempat kami memang fokus pada pameran business to business yang betul-betul mendukung aktivitas ekonomi Indonesia,” tuturnya.
JIEXPO Optimistis Bisnis MICE Tumbuh, Tambah Kapasitas Venue hingga 40%
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jakarta International Expo (JIEXPO) optimis bisnis meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) akan terus tumbuh hingga akhir tahun 2026. Optimisme tersebut didorong dengan tingginya permintaan penyelenggaraan pameran dari dalam maupun luar negeri, oleh sebab itu perusahaan membangun hall baru seluas 25.000 meter persegi yang akan menambah kapasitas venue sekitar 35%–40%. Marketing Director JIEXPO Ralph Scheunemann mengatakan, adanya penambahan kapasitas dilakukan karena permintaan penyelenggaraan pameran terus meningkat, bukan sekedar untuk Jakarta Fair tetapi juga berbagai pameran yang memanfaatkan venue JIEXPO. Baca Juga: Transaksi Pembayaran Digital Tembus 5,15 M, M2P Dorong Sistem Anti-Fraud Berbasis AI “Kita optimistis sekali karena itu kita bangun hall baru. Kenapa? Karena permintaan dari peserta sangat besar, bukan hanya untuk Jakarta Fair, tetapi juga untuk pameran-pameran yang menggunakan venue JIEXPO,” ujarnya kepada KONTAN, Jumat (3/7). Menurut Ralph, permintaan penyelenggaraan pameran berasal dari pelaku usaha dalam negeri maupun luar negeri. Oleh karena itu, JIEXPO meyakini tambahan kapasitas venue dapat terserap seiring masih besarnya kebutuhan ruang pameran di Indonesia. “Kita lihat memang permintaan penyelenggaraan pameran dari dalam negeri maupun luar negeri sangat besar. Karena itu kita berani menambah kapasitas hampir 40% dan kami optimistis market-nya ada,” katanya. Ralph menambahkan, JIEXPO memfokuskan bisnisnya pada penyelenggaraan pameran business to business (B2B) yang dinilai memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi nasional. Sejumlah sektor seperti minyak dan gas, otomotif, food and hotel, serta makanan dan minuman rutin menggelar pameran di JIEXPO. “Tempat kami memang fokus pada pameran business to business yang betul-betul mendukung aktivitas ekonomi Indonesia,” tuturnya.