KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah menembus level Rp 18.000 per dollar AS, berpotensi menambah tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Jika pelemahan rupiah terus berlanjut hingga akhir tahun, defisit APBN berisiko melebar dan mendekati batas atas target pemerintah. Ekonom sekaligus Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Telisa Aulia Falianty menilai, pelemahan rupiah perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi besaran defisit APBN. Risiko pelebaran defisit akan semakin besar apabila tekanan terhadap nilai tukar rupiah bertahan hingga akhir tahun. Baca Juga: Marak Kepala Daerah Terjaring OTT KPK, Tingginya Ongkos Pilkada Jadi Sorotan
Jika Pelemahan Rupiah Berlanjut Akhir Tahun, Defisit APBN Bisa Melebar
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah menembus level Rp 18.000 per dollar AS, berpotensi menambah tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Jika pelemahan rupiah terus berlanjut hingga akhir tahun, defisit APBN berisiko melebar dan mendekati batas atas target pemerintah. Ekonom sekaligus Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Telisa Aulia Falianty menilai, pelemahan rupiah perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi besaran defisit APBN. Risiko pelebaran defisit akan semakin besar apabila tekanan terhadap nilai tukar rupiah bertahan hingga akhir tahun. Baca Juga: Marak Kepala Daerah Terjaring OTT KPK, Tingginya Ongkos Pilkada Jadi Sorotan