Jika PLTU batubara dipensiunkan lebih cepat, bagaimana sentimennya ke saham batubara?



KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Asian Development Bank (ADB) siap membantu Indonesia dan Filipina untuk mempensiunkan 50% Pembangkit Listrik batubara 10 tahun hingga 15 tahun ke depan. Target penghentian ini lebih cepat dibandingkan waktu operasional pembangkit listrik batubara secara normal. 

Adapun ADB siap untuk memberikan dana multi miliar dollar Amerika Serikat (AS) untuk memensiunkan pembangkit listrik batubara dengan pembangkit yang menggunakan energi bersih. Lantas, akan seperti apa dampaknya bagi saham-saham emiten batubara dalam jangka pendek hingga menengah nanti? 

Direktur Avere Investama, Teguh Hidayat melihat bahwa pemensiunan PLTU batubara untuk digantikan dengan pembangkit energi bersih masih dalam jangka waktu yang panjang. 


Maka dari itu, Teguh memproyeksikan sentimen ini akan berdampak pada koreksi jangka pendek ke emiten batubara yang sebelumnya memang sudah naik tinggi karena kenaikan harga komoditas batubara di pasar internasional. 

"Jadi saham-saham batubara akan koreksi, tetapi gak banyak turunnya. Sentimen ini mungkin akan berdampak satu minggu hingga paling lama sebulan setelah isu COP26 ini reda," jelasnya kepada Kontan.co.id, Rabu (3/11). 

Baca Juga: ADB siap bantu Indonesia & Filipina tutup pembangkit batubara 10-15 tahun ke depan

Menurutnya, meskipun saham batubara akan terkoreksi dalam jangka waktu pendek, jika laporan keuangan sudah keluar dan hasilnya bagus, tentu saham batubara akan kembali naik lagi. Teguh bilang, saat harga saham batubara turun, ini bisa menjadi waktu bagi investor untuk membeli di harga yang lebih murah. 

Pada dasarnya, Teguh melihat, investor yang mengoleksi saham emiten batubara tidak pernah mengempit dalam jangka waktu panjang atau hingga 10 tahun. Pertimbangannya, karena harga batubara yang sangat fluktuatif. 

"Investor yang membeli saham batubara horizonnya paling lama satu tahun sampai tiga tahun. Nah kalau horizon waktunya hanya 6 bulan sampai 12 bulan tentu sahamnya masih menarik untuk dikoleksi," kata Teguh. 

Saat ditanya rekomendasi saham, Teguh mengungkapkan,  tidak perlu spesifik memilih saham batubara tertentu. Menurutnya, selama emiten batubara memiliki kinerja keuangan yang baik, tidak memiliki utang banyak, serta ditunjang dengan naiknya harga komoditas batubara, biasanya saham batubara akan mendatangkan cuan

Namun, sebagai gambaran saja, Teguh memberikan sejumlah nama emiten yang menjadi sorotannya, yakni PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT ABM Investama Tbk (ABMM), dan PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP). 

Selanjutnya: Asia Tenggara Perlu Regulasi untuk Skema Percepatan Penghentian Operasi PLTU

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .