JAKARTA. Perdebatan soal target pertumbuhan ekonomi pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) belum reda. Namun, mereka sudah mulai memunculkan topik kampanye baru yakni soal kesejahteraan buruh. Calon Presiden Partai Golkar, Jusuf Kalla (JK) yang berpasangan dengan Wiranto (JK-Win) berjanji menghapus sistem kontrak dan outsourcing. Caranya, dengan melakukan sinkronisasi Undang-Undang Ketenagakerjaan. Janji Kalla ini terucap saat ia bertemu Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Rabu (3/6). Ketua DPP SPSI Sjukur Sarto mengatakan, Kalla sudah memiliki sejumlah inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas tenaga kerja. Yaitu, perbaikan sistem kerja, pengawasan ketenagakerjaan, memperbaiki sistem pengupahan, dan penyediaan fasilitas perumahan bagi buruh.
JK-Win Siap Hapus Outsourcing, Dua Pasangan Lain Belum Tegas
JAKARTA. Perdebatan soal target pertumbuhan ekonomi pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) belum reda. Namun, mereka sudah mulai memunculkan topik kampanye baru yakni soal kesejahteraan buruh. Calon Presiden Partai Golkar, Jusuf Kalla (JK) yang berpasangan dengan Wiranto (JK-Win) berjanji menghapus sistem kontrak dan outsourcing. Caranya, dengan melakukan sinkronisasi Undang-Undang Ketenagakerjaan. Janji Kalla ini terucap saat ia bertemu Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Rabu (3/6). Ketua DPP SPSI Sjukur Sarto mengatakan, Kalla sudah memiliki sejumlah inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas tenaga kerja. Yaitu, perbaikan sistem kerja, pengawasan ketenagakerjaan, memperbaiki sistem pengupahan, dan penyediaan fasilitas perumahan bagi buruh.