Jobubu Jarum Minahasa (BEER) Targetkan Pertumbuhan Kinerja Positif pada 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten minuman beralkohol (minol), PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER) optimistis menatap kinerja tahun 2026 dengan pencapaian positif. Setelah melewati periode investasi dalam beberapa tahun terakhir, manajemen menargetkan pertumbuhan kinerja bisnis dari tahun sebelumnya.

Direktur Utama Jobubu Jarum Minahasa, Audy Charles Lieke,menyampaikan bahwa tahun 2026 diproyeksikan sebagai tahun penguatan profitabilitas perseroan. Untuk itu, pihaknya mengincar pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang positif dari tahun sebelumnya. 

“Kami optimis dapat mencatatkan pertumbuhan yang sehat seiring dengan peningkatan kapasitas produksi dan perluasan pasar,’ ungkap Audy, kepada Kontan.co.id, Kamis (9/4). 


Optimisme tersebut didukung oleh tren penjualan yang mulai menunjukkan perbaikan sejak awal tahun. Pada kuartal I-2026, perseroan mencatatkan kinerja yang lebih solid dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Baca Juga: Medical Suite di KEK BSD City Segera Beroperasi, Jadi Pusat Klinik dan Laboratorium

Pertumbuhan di awal tahun ini salah satunya didorong oleh peningkatan penetrasi produk di pasar regional dan penguatan jalur distribusi. 

Di sisi lain, perseroan juga melihat adanya pemulihan daya beli di segmen tertentu yang membantu menjaga volume penjualan tetap stabil di awal tahun.

Memasuki kuartal II-2026, prospek bisnis dinilai tetap menjanjikan meski dengan pendekatan konservatif. Momentum pasca Ramadan dan Idulfitri diperkirakan menjadi pendorong permintaan, terutama dari sektor hospitality dan hiburan.

“Kami melihat adanya potensi rebound permintaan seiring dengan normalisasi aktivitas di sektor hospitality dan hiburan. Selain itu, momentum pariwisata yang tetap kuat di wilayah hub utama kami seperti Bali akan menjadi motor penggerak utama pada kuartal ini,” tuturnya. 

Dari sisi operasional, perseroan menekankan pentingnya efisiensi distribusi dan kepatuhan terhadap regulasi sebagai faktor utama yang menopang kinerja.

Audy menyebut, hingga saat ini kontribusi penjualan terbesar masih datang dari segmen produk heritage, seperti Cap Tikus 1978 yang telah memiliki basis pelanggan kuat. 

Namun demikian, produk dengan kadar alkohol rendah mulai juga menunjukkan perkembangan positif, seiring dengan tren gaya hidup modern. 

Meski begitu, BEER tetap herus menghadapi tantangan industri yang tidak ringan. Kebijakan cukai dan fluktuasi daya beli masyarakat menjadi faktor utama yang perlu diantisipasi perseroan

“Strategi kami adalah dengan menonjolkan superioritas produk lokal yang legal. Kami yakin bahwa dengan standar kualitas yang setara dengan produk internasional namun dengan harga yang lebih rasional, produk kami akan tetap menjadi pilihan utama di pasar domestik,” tandasnya. 

Baca Juga: Ini Alasan Investasi Ruko BSD City Menguntungkan dalam Jangka Panjang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News