Keberhasilan John Morris membangun jaringan toko alat pancing Bass Pro Shops memang tak perlu diragukan lagi. Tak berhenti di alat pancing, tangan Morris terbukti mujur di bisnis kawasan wisata alias resor. Predikat juragan bisnis resor yang melekat pada diri Morris berawal dari ketidaksengajaan. Ceritanya begini, setelah mendirikan toko spesialis perahu memancing, Morris kesulitan menyimpan stok perahu. Pada tahun 1987, dengan bekal sebuah iklan di koran, Morris mendatangi acara pelelangan sebidang tanah di Danau Table Rock. Sayang, ia tak berhasil mendapatkan lahan tersebut karena kalah bersaing dengan peserta lelang lain.
Tak lama berselang, teman Morris membawa kabar tentang tanah dan beberapa rumah yang akan dijual. Lokasinya tak jauh dari lokasi awal yang dia incar dalam lelang. Tanah itu jauh dari keramaian. Sederet rumah yang dijual pun terlihat tua. Kala itu, istri Morris menolak membeli lahan dan rumah tersebut. Morris justru terlanjur jatuh cinta. Menurut dia, keindahan tempat itu cocok dijadikan tempat peristirahatan bagi konsumen perahu yang ingin menikmati suasana alam. Morris pun membeli lahan dan rumah tersebut. Dia menyulap kawasan tersebut menjadi resor bernama Big Cedar Lodge.Awalnya, Big Cedar Lodge dibangun dengan konsep resor keluarga sederhana dengan suguhan sensasi alam. Lama-kelamaan, Big Cedar Lodge justru populer menjadi resor mewah dengan fasilitas setara hotel bintang lima. Kemewahan Big Cedar Lodge bahkan disandingkan dengan jaringan hotel beken Ritz-Carlton dan Four Season. Keindahan resor Big Cedar Lodge membuat bisnis resor Morris diganjar berbagai penghargaan bergengsi. Sukses menjajal bisnis wisata membuat Morris ketagihan. Pada tahun 1990, dia membeli lahan seluas 10.000 acre di Dogwood Canyon, dekat dengan lokasi taman nasional. Kali ini, Morris memadukan konsep aktivitas outdoor dengan keindahan alam. Mulai dari hiking, bersepeda, memanah, dan tentu saja memancing. Ia juga membangun Top of The Rock Ozark di tahun 1995. Resor ini berada di atas gunung, tak jauh dari Danau Table Rock. Salah satu daya tarik resor ini adalah restoran di atas gunung yang menghadap danau. Resor ini langsung cepat populer. Namun, kebakaran memaksa Morris menutup resor itu pada tahun 2005. Morris membuka kembali tempat indah itu pada Juni 2014. Morris membutuhkan waktu panjang karena membuat perubahan besar di Top of The Rock Ozark. Luas restoran diperluas dari 243 acre menjadi 462 acre. Layanan juga semakin banyak. mulai dari musium, kapel, hingga lapangan golf.
Bisnis wisata Morris makin lengkap dengan kehadiran NRA National Sporting Arms Museum. Musium yang dibuka pada 2 Agustus 2013 ini menampilkan hampir 1.000 artefak olahraga dari tahun 1600-an sampai saat ini. Museum ini menyajikan peralatan olahraga berburu sebagai sajian utama. Koleksi senjata api National Sporting Arms Museum pun didaulat sebagai koleksi terbanyak, termasuk senjata api milik Presiden AS seperti Teddy Roosevelt dan Dwight Eisenhower. Morris juga berbisnis restoran. Rumah makan berbau outdoor tentunya. Beberapa nama restoran miliknya diantaranya Islamorada Fish Company, Hemingways, White River Fish House, Blue Fin Lounge, Zane Grey, dan Uncle Buck's. Berkat pemasukan dari jaringan toko Bass Pro Shops, resor dan restoran, harta Morris terus bertambah hingga US$ 4,2 miliar per Februari 2014. (Selesai)