KONTAN.CO.ID - Johor menjadi destinasi favorit wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Malaysia sepanjang tahun 2025. Negara bagian tersebut mencatat sekitar 1,5 juta kunjungan dari wisatawan asal Indonesia Konsul Jenderal RI di Johor Bahru, Sigit Suryantoro Widiyanto, menyebut tingginya kunjungan tersebut didukung oleh berbagai faktor, termasuk wisata medis dan konektivitas transportasi antara Indonesia dan Malaysia.
Ia juga menilai peningkatan konektivitas transportasi akan membuka lebih banyak peluang perjalanan antara kedua negara.
Baca Juga: Karhutla Indonesia Rugikan Malaysia Rp35,8 Triliun, Picu 1.700 Kematian Dini Kepentingan Medis Jadi Alasan Utama
Salah satu alasan masyarakat Indonesia berkunjung ke Johor adalah untuk mendapatkan layanan kesehatan. Mengutip
The Straits Times, dari sekitar 127.000 pasien internasional yang dilayani negara bagian tersebut sepanjang 2025, sebanyak 79% berasal dari Indonesia. Selain berobat, wisatawan Indonesia juga mengunjungi sejumlah destinasi rekreasi dan belanja, seperti Legoland dan Johor Premium Outlets (JPO). Sigit menegaskan bahwa angka 1,5 juta kunjungan tersebut mencakup wisatawan dari berbagai wilayah Indonesia, bukan hanya masyarakat Batam.
Baca Juga: Kualitas Udara Malaysia-Singapura Tembus Level Bahaya Akibat Asap Karhutla Indonesia Rute Feri Batam-Johor Jadi Penopang
Pada 1 November 2026, layanan feri baru yang menghubungkan Puteri Harbour International Ferry Terminal di Iskandar Puteri dengan Gold Coast Ferry Terminal di Bengkong, Batam, resmi diluncurkan. Sigit mengatakan rute tersebut memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat Johor yang ingin mengunjungi Batam maupun wisatawan Batam yang hendak menuju Johor. "Untuk masyarakat Johor yang bepergian ke Batam, ini memberikan pilihan tambahan. Begitu pula pengunjung dari Batam yang datang ke Johor akan lebih mudah menjangkau berbagai destinasi seperti Johor Premium Outlets (JPO), Legoland, dan lainnya," kata Sigit. Ia menilai rute baru itu dapat membuka peluang bagi perkembangan pariwisata kedua wilayah, terutama karena kawasan barat Batam juga mengalami pertumbuhan sektor wisata.
Dari total 11 koneksi feri penumpang antara kedua negara, delapan di antaranya berada di Johor. Sementara itu, rute lainnya melayani wilayah Kalimantan, Port Dickson di Negeri Sembilan, dan Melaka. Sigit juga menyebut sekitar 25 persen wisatawan yang bepergian dari Johor menuju Batam menggunakan layanan feri. "Kami mendukung pembentukan konektivitas seperti ini karena tentu akan mendatangkan lebih banyak pengunjung. Manfaatnya bukan hanya untuk satu pihak, tetapi, insyaallah, untuk kedua belah pihak," ujarnya.
Baca Juga: Belum Bayar Denda Rp223,7 Miliar, Eks PM Malaysia Najib Razak Tetap di Penjara