JAKARTA. Adalah lazim jika perusahaan pembiayaan mendapat dananya dari perbankan. Selain pinjaman bilateral, kerjasama juga bisa dilakukan dengan skema channeling dan joint financing. Faktor risiko dan suku bunga menjadi daya tarik. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mencatat, penyaluran pembiayaan lewat skema channeling per September Rp 17,81 triliun, sedangkan joint financing Rp 77,85 triliun. Alhasil, jumlahnya menjadi Rp 95,66 triliun, tumbuh 5,9% dibanding Agustus 2011. Sejak 2006, angka channeling naik lebih dari dua kali lipat. Bahkan, angka joint financing tumbuh lebih dari tujuh kali (lihat grafik). Padahal menurut regulator, channeling dan joint financing berpotensi menambah risiko. Kepala Biro Pembiayaan dan Penjaminan Bapepam-LK M Ihsanuddin menyebut, ada satu multifinance yang meminjam dana ke bank dengan skema channeling, tapi bank yang bersangkutan meminta jaminan. Perusahaan pun harus ikut menanggung risiko. "Yang namanya channeling, kan, seharusnya hanya pass through (meneruskan)," kata Ihsan.
Joint financing tumbuh tujuh kali lipat
JAKARTA. Adalah lazim jika perusahaan pembiayaan mendapat dananya dari perbankan. Selain pinjaman bilateral, kerjasama juga bisa dilakukan dengan skema channeling dan joint financing. Faktor risiko dan suku bunga menjadi daya tarik. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mencatat, penyaluran pembiayaan lewat skema channeling per September Rp 17,81 triliun, sedangkan joint financing Rp 77,85 triliun. Alhasil, jumlahnya menjadi Rp 95,66 triliun, tumbuh 5,9% dibanding Agustus 2011. Sejak 2006, angka channeling naik lebih dari dua kali lipat. Bahkan, angka joint financing tumbuh lebih dari tujuh kali (lihat grafik). Padahal menurut regulator, channeling dan joint financing berpotensi menambah risiko. Kepala Biro Pembiayaan dan Penjaminan Bapepam-LK M Ihsanuddin menyebut, ada satu multifinance yang meminjam dana ke bank dengan skema channeling, tapi bank yang bersangkutan meminta jaminan. Perusahaan pun harus ikut menanggung risiko. "Yang namanya channeling, kan, seharusnya hanya pass through (meneruskan)," kata Ihsan.