Jokowi Ajak PGII Dukung Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan, dalam Side Event Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Jepang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia memiliki agenda besar membangun infrastruktur.

Adapun pembangunan infrastruktur tersebut ditujukan bagi pemerataan dan meningkatkan daya saing. 

Retno mengatakan, Presiden Jokowi mengajak Partnership for Global Infrastructure and Investment (PGII) untuk bekerja sama dan mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia termasuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).


"Indonesia mengharapkan dukungan PGII terhadap pembangunan IKN melalui investasi konkret dan pembiayaan inovatif lainnya," kata Retno dalam Kanal YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (21/5).

Baca Juga: Jokowi Minta Dukungan PM Kanada untuk Percepatan Indonesia-Kanada CEPA

Retno menerangkan, Indonesia tengah melakukan pembangunan infrastruktur yang Indonesia sentris, termasuk pembangunan IKN. Dimana pembangunan IKN diperlukan untuk mengatasi ketimpangan.

"IKN di desain sebagai kota pintar masa depan berbasis alam dengan 70% area hijau dan 80% sumber energi berasal dari energi baru terbarukan," jelasnya.

Oleh karenanya, investasi pembangunan IKN sangat terbuka di berbagai sektor antara lain transportasi, kesehatan, teknologi pendidikan dan lainnya.

Presiden menjelaskan bahwa sebelumnya pembangunan infrastruktur di Indonesia hanya terpusat di Pulau Jawa. Hal tersebut mengakibatkan tidak meratanya sebaran jumlah penduduk dan kegiatan perekonomian di Tanah Air.

“Sebelumnya pembangunan infrastruktur hanya terpusat di Pulau Jawa, satu pulau dari 17.000 pulau yang dimiliki oleh Indonesia, yang akhirnya berdampak pada 56% penduduk terkonsentrasi di Pulau Jawa dan 58% aktivitas ekonomi juga terpusat di Pulau Jawa,” jelas Jokowi.

Lebih lanjut Jokowi menyebut bahwa pendanaan pembangunan infrastruktur dasar di IKN berasal dari APBN. Presiden juga menyatakan akan membuka peluang pendanaan dari pihak swasta atau investor apabila internal rate of return (IRR) dari pembangunan tersebut dinilai baik.

“Pendanaannya untuk infrastruktur kami lakukan dari APBN, kemudian juga oleh BUMN, dan apabila IRR-nya baik akan kita berikan kepada swasta atau investor,” ucapnya.

Sebagai informasi, PGII merupakan kolaborasi yang dibentuk G7 untuk membiayai pembangunan infrastruktur di negara berkembang. Side event G7 yakni PGII dihadiri oleh anggota G7, yaitu Jepang, Amerika Serikat, Jerman, Kanada, Italia, dan Inggris serta Uni Eropa.

Selain itu hadir juga negara mitra G7, yaitu Indonesia, India, Australia, Korea Selatan, Comoros, Vietnam dan Cook Islands. Kemudian Bank Dunia dan juga tiga perwakilan sektor swasta, yaitu Japan Foreign Trade Council, Nokia, dan Citi Group juga hadir dalam PGII.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi