Jakarta. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk utusan khusus, yaitu Duta Besar Eddy Pratomo untuk berunding dengan utusan khusus Malaysia dalam membahas persoalan wilayah Ambalat. Pertemuan tingkat utusan khusus tersebut dimulai pada Agustus 2015. "Oleh karena itu dalam konteks Malaysia untuk mempercepat penyelesaian batas wilayah maritim, Presiden sudah menunjuk utusan khusus, yaitu duta Besar Eddy Pratomo. Pada saat saya bertemu dengan menteri luar negeri Malaysia di Kuala Lumpur kemarin, saya sudah sampaikan bahwa Indonesia sudah menunjuk utusan khusus, Malaysia sudah menunjuk utusan khusus," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Jakarta, Senin (10/8/2012). Menurut Retno, persoalan Ambalat terjadi karena adanya tumpang tindih klaim kepemilikan wilayah antara Indonesia dengan Malaysia. Tumpang tindih kepemilikan ini terjadi karena batas wilayah antara Indonesia dengan Malaysia di Ambalat belum jelas. "Overlapping klaim karena batas wilayah maritimnya belum selesai," ucap Retno.
Jokowi bentuk utusan khusus bahas Ambalat
Jakarta. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk utusan khusus, yaitu Duta Besar Eddy Pratomo untuk berunding dengan utusan khusus Malaysia dalam membahas persoalan wilayah Ambalat. Pertemuan tingkat utusan khusus tersebut dimulai pada Agustus 2015. "Oleh karena itu dalam konteks Malaysia untuk mempercepat penyelesaian batas wilayah maritim, Presiden sudah menunjuk utusan khusus, yaitu duta Besar Eddy Pratomo. Pada saat saya bertemu dengan menteri luar negeri Malaysia di Kuala Lumpur kemarin, saya sudah sampaikan bahwa Indonesia sudah menunjuk utusan khusus, Malaysia sudah menunjuk utusan khusus," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Jakarta, Senin (10/8/2012). Menurut Retno, persoalan Ambalat terjadi karena adanya tumpang tindih klaim kepemilikan wilayah antara Indonesia dengan Malaysia. Tumpang tindih kepemilikan ini terjadi karena batas wilayah antara Indonesia dengan Malaysia di Ambalat belum jelas. "Overlapping klaim karena batas wilayah maritimnya belum selesai," ucap Retno.