Jokowi berharap negosiasi RCEP bisa selesai akhir tahun ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap negosiasi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) bisa selesai di akhir tahun ini. Hal itu disampaikan saat Presiden menerima kunjungan Perdana Menteri Korea Selatan Lee Nak-yeon di Istana Merdeka hari ini, Senin (20/8).

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengucapkan, dengan kondisi perekonomian dunia yang semakin tak menentu ini kedua negara menilai sangat penting untuk menguatkan kerja sama. Adapun kerjasama yang dimaksud tidak hanya dalam konteks bilateral, tapi juga integrasi ekonomi kawasan.

"Kita sedang negosiasikan RCEP, dan kedua pemimpin berharap RCEP ini dapat segera diselesaikan negosiasinya. karena kalau selesai, pesan kuat akan keluar, bahwa integrasi ekonomi Asia berjalan baik," ungkapnya usai pertemuan.


Sekadar tahu saja, RCEP adalah integrasi perjanjian dagang (Free Trade Agreement/FTA) antara The Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) dengan enam negara. Enam negara tersebut adalah China, Jepang, Korea Selatan, India, Selandia Baru, dan Australia.

Apalagi melihat kondisi ekonomi dunia yang semakin tak menentu. Terlebih adalah perang dagang antara AS dan Tiongkok. Sehingga dengan RCEP ini maka akan mengirimkan pesan kuat soal integrasi ekonomi kawasan, sebab kerja sama ini terdiri dari 10 negara ASEAN dan enam pemain besar di Asia.

Adapun Retno bilang, saat ini proses RCEP sendiri masih dalam negosiasi. Bahkan negosiasi yang berjalan bertahun-tahun hingga saat ini masih mendapati gap antara negara. "Gap itu harus semakin hari semakin disempitkan. kita berharap pada akhir tahun ini sudah selesai. tapi kita lihat perkembangannya seperti apa," katanya.

Sekadar tahu saja, di Indonesia sendiri yang bernegosiasi untuk RCEP adalah Kementerian Perdagangan. kabar terakhir, alotnya negosiasi itu lantaran adanya perbedaan visi 16 negara yang tergabung dalam RCEP tersebut membuat perundingan yang telah dicetuskan selama lima tahun itu alot.

"Terdapat kesenjangan ambisi di antara negara peserta RCEP di hampir seluruh bidang perundingan," ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita beberapa waktu lalu. Selain itu, belum ada perjanjian dagang sebelumnya antar negara mitra ASEAN membuat RCEP menjadi sulit. Hal itu menjadi bahan diskusi utama saat pertemuan dengan Menteri RCEP ke-5 di Tokyo, Jepang, Minggu (1/7).

Selain itu, Enggar juga menyampaikan evaluasi atas revisi ketiga tariff offer dari seluruh peserta RCEP. Tariff offer dilakukan untuk mencapai tariff commitment RCEP yang menguntungkan untuk semua peserta RCEP.

Selain membahas soal negosiasi RCEP kedua negara juga membahas terkait investasi. Retno bilang, Korea yang merupakan salah satu negara terbesar yang berinvestasi di Indonesia terus berkomitmen untuk terus menambah investasinya.

Khususnya untuk di bidang pariwisata. "Masyarakat Korsel ternyata sangat suka destinasi Indonesia sebagai salah satu wisata mereka," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto