Jokowi Beri Sinyal Positif Perpanjangan Kontrak Vale Indonesia (INCO)



KONTAN.CO.ID - SOROWAKO. Presiden RI Joko Widodo menegaskan sampai dengan saat ini pemerintah masih dalam proses perhitungan dan evaluasi perpanjangan kontrak PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang akan habis pada Desember 2025 mendatang. 

“Masih semuanya kita bicarakan, kalkulasi, masih kita hitung semuanya. Mana yang baik, mana yang tidak baik. Semuanya masih dalam kalkulasi,” kata Jokowi seusai peresmian Taman Kehati Sawerigading Wallacea milik Vale Indonesia, Kamis (30/3). 

Meski proses perhitungan ini masih berjalan, Jokowi memberikan sinyal positif pada perpanjangan kontrak Vale Indonesia. 


Saat kunjungannya ke tambang dan smelter Vale Indonesia di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Jokowi mengapresiasi seluruh praktik pertambangan yang dilakukan emiten berkode saham INCO ini. Bahkan Jokowi meminta seluruh perusahaan tambang mencontoh praktik tambang yang dilakukan Vale di Indonesia. 

“Saya segera perintahkan kepada seluruh perusahaan tambang di Indonesia meng-copy, meniru yang dilakukan Vale Indonesia,” ujar Jokowi.

Baca Juga: Kongsi Ford Motor, Vale Indonesia, Zhejiang Huayou Garap Bisnis Nikel di Indonesia

Jokowi menyampaikan, implementasi praktik pertambangan yang baik ini bisa dilaksanakan dalam bentuk peraturan dengan mempersiapkan aturan mainnya, terkhusus perihal rehabilitasi dan reklamasi. 

“Semua perusahaan tambang melakukan reklamasi dengan standar-standar internasional dan lingkungan yang  baik. Saya kira ini tidak sulit. Ini hanya mau atau tidak mau. Dan akan saya paksa untuk mau dengan peraturan. Dan tidak mahal,” tegas Jokowi. 

Presiden menegaskan, bagi perusahaan yang menerapkan pertambangan yang tidak baik, perlu dikoreksi dan semua akan dievaluasi. Jokowi melihat bahwa saat ini kelemahan Indonesia di manajemen kontrol lapangan. 

“Ini yang mau kita perkuat sehingga semua harus melakukan. ini bukan hal yang sulit setelah saya melihatnya di lapangan,” ujar dia. 

Mengenai perpanjangan kontrak ini, CEO Vale Indonesia, Febriany Eddy tidak bisa menyampaikan komentar. 

“Ikut arahan Presiden saja,” ujar Febriany. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati