Jokowi Instruksikan Bentuk Gugus Tugas Berantas Judi Online



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil sejumlah menteri/kepala lembaga untuk membahas judi online. 

Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi menjelaskan, pemberantasan judi online yang selama ini dilakukan sudah berjalan cukup baik. Namun, ke depannya akan dilakukan penguatan koordinasi agar pemberantasan judi online lebih efektif. 

"Judi ini kan ilegal yang penting langkah menyelesaikan ini secara efektif. Karena kalau cuma satu lembaga ngga bisa, makanya harus bersama semua kementerian/lembaga," ujar Budi Arie di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (18/4).


Budi menyebut, rakyat kecil yang paling dirugikan dengan adanya judi online. Ia bilang, pada tahun ini saja sudah ada 4 orang bunuh diri akibat judi online.

Selain pemberantasan, pemerintah juga akan memasifkan edukasi dan literasi agar masyarakat tidak melakukan judi online.

"Menurut PPATK sekitar Rp 327 triliun perputaran uang (judi online) di Indonesia aja selama 2023," kata Budi.

Baca Juga: Tangani Game Online dengan Unsur Kekerasan, Kemenkominfo Akan Lakukan Ini

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, selama ini pihaknya sudah bekerja erat dengan Kemkominfo. OJK langsung melakukan pemblokiran apabila menerima daftar dari rekening yang ditengarai akan digunakan atau sedang digunakan sebagai bagian dr kegiatan judi online.

"Jumlahnya dalam beberapa bulan ini sudah mencapai 5.000 rekening (diblokir) dari akhir tahun lalu sampai maret kemarin," ujar Mahendra.

Mahendra menilai, upaya yang sudah dilakukan bukan berarti tidak efektif. Justru pemerintah melihatnya bahwa itu adalah salah satu lapisan dari berbagai lapisan yang ada di dalam proses aktivitas dari judi online.

Sebab, ada yang sifatnya tidak dilakukan di dalam negeri, ada yang lintas batas, ada juga yang dilakukannya tidak melalui rekening bank. Lalu, ada juga yang memerlukan pendalaman dan penelusuran dari rekening bank, termasuk apabila sudah dilakukan pemindahan buku dan lainnya.

"Jadi lapisan-lapisan berikutnya ini harus juga diselesaikan sehingga tidak ada ruang-ruang kosong yang terus terjadi," jelas Mahendra.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat