Jokowi ke Iran realisasikan komitmen sektor migas



JAKARTA. Presiden Joko Widodo pada Rabu (14/12) dijadwalkan bertemu dengan pejabat tinggi negeri Iran guna bahas kerja sama di sektor minyak dan gas.

Melalui keterangan resmi, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, Presiden Jokowi akan bertemu Presiden Hassan roihani dan Ketua Parlemen Iran Ali Larijani serta Pemimpin Tertinggi atau Supreme Leader Iran Ayatollah Seyed Ali Khameinei.

Menurut Retno, Indonesia dan Iran memiliki potensi kerja sama ekonomi yang sangat pesat terutama di bidang migas. Potensi kerja sama ini semakin besar setelah didiselesaikannya joint comprehensive plan of action pada bulan Juli 2015 lalu.


Di bidang migas, menurut Retno, sudah dilakukan pembicaraan kerja sama pada tahun lalu. “Jadi kunjungan Presiden bersama menteri lainnya adalah dalam rangka mengkongkretkan kerja sama di bidang migas. Di bidang migas inilah yang akan menjadi prioritas kerja sama dengan Iran,” tutur Retno.

Dalam kunjungan ini, Presiden Jokowi juga akan menandatangi sejumlah perjanjian kerja sama, yaitu Nota Kesepahaman di bidang mutual legal assistance, Nota Kesepahaman di bidang ekstradisi; dan Nota Kesepahaman di bidang listrik dan energi terbarukan.

Sebelumnya, Menetri ESDM Ignasius Jonan yang telah lebih dulu tiba di Teheran dan melakukan pertemuan guna menjalin kerja sama di bidang energi dan migas antara Pertamina dengan Mapna dan NIOC (pertamina Iran).

Ignasius mengatakan kerjasama Pertamina dengan NIOC merupakan timbale balik pengelolaan wilayah kerja Pertamina di Iran.

“Impor minyak mentah atau LPG akan dibicarakan besok (dan) kerja sama teknis di bidang gas turbin antara Mapna dengan PLN. Di samping itu ada kemungkinan dibuka counter trade (barter) Indonesia-Iran,” kata Jonan seraya menambahkan, detilnya akan disampaikan setelah pertemuan antar CEO Indonesia - CEO Iran.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia