Jokowi menanti kiprah bos baru MRT



JAKARTA. Ekspektasi tinggi kini disandarkan kepada para Direksi baru PT Mass Rapid Transit Jakarta (PT MRT). Setelah resmi menduduki kursi jabatan, direksi OPT MRT itu diberi mandat oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) untuk mempercepat proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) yang sudah lama tertunda.

"Saya ingin dipercepat semua kerjanya, saya mau terima persiapan yang matang sebelum diputuskan untuk dibangun," ujar Jokowi, akhir pekan lalu. Menurut Jokowi, pemilihan seluruh Direksi baru sudah melalui fit and proper test, jadi dinilai sudah bagus.

Mantan Walikota Solo ini menilai, dari sisi jaringan, kapasitas, dan rekam jejak nama-nama direksi yang baru sudah mumpuni. Jajaran direksi baru itu akan mengelola aset sekitar Rp 39 triliun di perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.


Jokowi menargetkan, dalam satu bulan ini konstruksi sudah bisa dimulai. Ia menyatakan teamwork diantara para Direksi diharapkan bisa berjalan baik demi terwujudnya megaproyek transportasi massal tersebut.

Untuk mempercepat proses pembangunan jalur Lebak Bulus-Bunderan HI ini, maka Jokowi meminta agar pemenang tender yang pernah dilakukan tahun 2012 diajukan kepadanya untuk segera diteken.

Dono Boestami, Direktur Utama PT MRT yang baru terpilih Jumat (22/3) enggan memberikan komentar terkait permintaan Jokowi tersebut. "Belum bisa banyak komentar saat ini, mohon bersabar," tulis Dono dalam pesan singkatnya kepada KONTAN, Minggu (24/3).

Dono merupakan satu dari empat Direksi anyar PT MRT. Tiga lainnya adalah M.Nasir (Direktur Konstruksi), Albert Tara (Direktur Operasional), dan Tuhiyat (Direktur Keuangan). Catur Laswanto, Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi (BPMP) Pemprov DKI Jakarta menyatakan, keempat Direksi baru ini merupakan sebuah penyegaran dan darah baru bagi PT MRT.

Seperti diketahui, proyek sepanjang 15,7 kilometer dengan 13 stasiun rencananya akan dibangun dalam delapan paket pekerjaan, yakni tiga paket jalur layang (elevated), tiga paket jalur bawah tanah (underground), dan dua sisanya masing-masing untuk sinyal dan pengadaan keretanya.

Nah, Oktober silam PT MRT telah mengumumkan calon pemenang untuk pengerjaan tiga paket konstruksi jalur bawah tanah dari Sisingamangaraja-Bunderan HI sepanjang 5,9 km. Kedua calon itu adalah Konsorsium PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang menggandeng Obayashi Corporation, Shimizu Corporation, Tokyo Corporation, dan PT Jaya Konstruksi,  Manggala Pratama Tbk, serta konsorsium PT Hutama Karya (HK) yang menggandeng Sumitomo Mitsui Construction Company (SMCC) dan Sarana Multi Infrastruktur.

Pembangunan MRT jalur selatan diperkirakan akan menghabiskan dana sekitar 120 miliar Yen atau Rp 15 Triliun yang merupakan dana pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Asnil Amri