Jokowi minta aksi saling hujat dihentikan



MALANG. Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan tentang bahaya saling menghujat terhadap keutuhan bangsa.

Dalam pidatonya saat meresmikan SMA Negeri Taruna Nala Jawa Timur di Kota Malang pada Sabtu (3/6), Jokowi meminta semua pihak untuk tidak terjebak pada kebiasaan yang menyebabkan bangsa terpecah.

"Jangan sampai kita terjebak pada persoalan-persoalan yang sekarang kita lihat. Saling menjelekkan, saling menghujat terutama di medsos (media sosial), saling menyalahkan, saling memfitnah, membuat berita hoaks," kata Jokowi dalam ritme yang melambat dan tegas.


Jokowi mengatakan, saling menyalahkan dan saling menghujat merupakan suatu tindakan yang tidak produktif untuk kemajuan bangsa. Karena itu, ia berharap energi yang ada pada bangsa ini digunakan untuk hal-hal yang positif.

"Ini hal-hal yang tidak produktif. Hal-hal yang tidak memiliki kontribusi terhadap negara ini. Kita harapkan energi di negara ini diarahkan kepada hal-hal yang positif. Bukan kepada hal-hal yang membuat pecah bangsa kita," ujar Jokowi.

Permintaan Jokowi untuk menggunakan energi bangsa ke arah yang positif karena Indonesia masih tertinggal dibanding dengan negara lain.

Ia mencontohkan pendirian PT PAL Indonesia yang merupakan BUMN, dengan perusahaan serupa di Korea Selatan.

Menurut Jokowi, pendirian perusahaan pembuatan kapal itu hampir bersamaan. Tapi Indonesia kalah berkembang dengan Korea Selatan, yang sudah bisa membuat kapal selam. Sementara Indonesia masih belum bisa.

"Sama-sama dimulai tapi di sana sudah bisa membuat kapal selam, kita belum. Kita pesan di sana. Ini pasti ada sesuatu yang harus kita perbaiki," ucapnya.

Saat menghadiri Kajian Ramadhan PW Muhammadiyah Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah Malang, Jokowi menyampaikan hal yang tidak jauh berbeda.

Ia juga menyinggung banyaknya ujaran kebencian dan saling menghujat yang membahayakan terhadap keutuhan bangsa. (Andi Hartik)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia