Jokowi: Negara lain sudah jauh bangun infrastruktur, kita masih saling membenci



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengajak untuk kembali bersama-sama membangun negara. Berangkulan dan bersatu untuk mengejar ketertinggalan dengan negara lain.

"Negara lain sudah jauh membangun infrastrukturnya, kita masih urusan saling membenci, saling mendengki, saling tidak sapa antartetangga -- semakin tertinggal kita nanti," ungkapnya melalui akun resmi Instagramnya di sela kunjungan kerja ke Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (4/7).

Dalam kunjungan ke Sulut, Jokowi meninjau infrastruktur yang menjadi pendukung pariwisata di provinsi tersebut. Provinsi Sulut dinobatkan sebagai The Rising Star dalam sektor pariwisata Indonesia karena mampu mendorong pertumbuhan kinerja pariwisata hingga 600% dalam empat tahun terakhir.


“Kamis yang cerah di kawasan pariwisata Tanjung Pulisan, Likupang, Kabupaten Minahasa Utara. Saya dan Ibu Negara mengendarai golf cart menyusuri jalan berpermukaan bata di tepi pantai berpasir yang bersih. Indah sekali,” ujarnya.

“Wisatawan yang mau datang ke Sulawesi Utara benar-benar banyak, dan akan semakin banyak. Jadi kita harus siap, baik infrastruktur maupun pelayanannya,” tambahnya.

Jokowi menyinggung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Pulisan, memerlukan tambahan hotel untuk menampung wisatawan yang bertambah, pelebaran jalan menuju lokasi wisata, dan pembangunan jalan tol menuju lokasi. Serta perluasan terminal Bandara Sam Ratulangi di Manado, terminalnya.

Selain itu, pelibatan peran serta masyarakat dalam penciptaan budaya dan kebiasaan yang ramah terhadap wisatawan sehingga para pendatang merasa nyaman.

“Ini berkaitan dengan budaya. Budaya bersih, budaya senyum, budaya melayani, sampai hal-hal kecil seperti urusan restoran dan kebersihan toiletnya. Ini tidak mudah. Ini pekerjaan besar,” ungkapnya.

Asal tahu, untuk jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Sulut sendiri, utamanya ke Manado dan Bitung pada 2015 sebanyak 20 ribu, lalu tahun 2016 meningkat menjadi 40 ribu atau dua kali lipat. Selanjutnya pada 2017 sebanyak 80 ribu, dan tahun 2018 meningkat menjadi 120 ribu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto