Jokowi: Saatnya bergerak bersama, kerja dan kerja!



JAKARTA. Joko Widodo resmi menjadi presiden Republik Indonesia ketujuh hari ini, Senin (20/10). Jokowi dan wakilnya, Jusuf Kalla mengambil sumpah sebagai pimpinan negara pada pukul 10.30 di Gedung MPR/DPR. 

Setelah pengambilan sumpah, Jokowi menyampaikan pidato kenegaraan perdananya. Secara umum, dalam pidatonya, Jokowi mengajak seluruh elemen bangsa untuk bekerja keras lantaran pemerintah tidak bisa bekerja sendirian.

Bermodalkan niat memanggul mandat yang diberikan konstitusi, Jokowi yakin, Indonesia bisa makin kuat dan berwibawa. "Kepada para nelayan, buruh, petani, pedagang bakso, asongan, supir, akademisi, guru, TNI, Polri, pengusaha, dan pekerja profesional, mari keras bahu membantu gotong royong. Ini momen sejarah bagi kita untuk bergerak bersama, bekerja dan bekerja!" kata Jokowi. 


Jokowi juga berjanji dalam pemerintahannya nanti dia akan mengembalikan peran  pemerintah untuk rakyat. Dia akan memastikan semua aparatur dan pejabat pemerintah yang berada di bawah komandonya untuk bekerja untuk rakyat.

"Pemerintahan yang saya pimpin akan bekerja untuk memastikan bahwa setiap rakyat di seluruh pelosok tanah air akan merasakan kehadiran pelayanan pemerintah," katanya.

Maritim Tekad Jokowi untuk mengembalikan Indonesia sebagai negara maritim juga ikut disampaikan. Menurut dia, samudera, kelautan, teluk, selat menjadi masa depan peradaban Indonesia sehingga harus dikelola dengan baik. 

"Sudah lama kita memunggungi laut. Ini saatnya mengembalikan semuanya, sehingga di laut kita jaya, dan simbol nenek moyang kita bisa kembali membahana," kata dia. 

Politik luar negeri Pelantikan Jokowi-JK juga dihadiri kepala negara dan pimpinan negara sahabat. Di hadapan mereka, Jokowi menyampaikan, akan menjalankan sistem politik luar negeri bebas aktif. 

"Sebagai negara terbesar ketiga dari populasi, negara dengan mayoritas muslim terbesar, dan negara terbesar di Asia Tenggara, kami akan mempertahankan politik bebas aktif. Dalam artian untuk kepentingan nasional dan ketertiban dunia, berdasarkan kemerdekaan, perdamaian, dan keadilan sosial," kata Jokowi.

Tak ketinggalan, Jokowi juga menyampaikan kata mutiara di ujung pidatonya dengan semangat mengembalikan negara maritim. "Saya mengajak warga bangsa naik ke kapal RI dan berlayar bersama menuju Indonesia Raya. Mengembangkan layar yang kuat dan menghadapi gelombang dengan kekuatan kita sendiri," kata dia. Jokowi berjanji, akan berdiri di bawah kehendak rakyat dan konstitusi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia