Jon Voight Lobi Trump soal Pajak Film, Hollywood Terancam Pindah



KONTAN.CO.ID - Aktor senior Hollywood Jon Voight bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membahas insentif pajak federal bagi industri film dan televisi Negeri Paman Sam.

Pertemuan yang berlangsung di Gedung Putih pada 11 Februari 2026 itu sebelumnya tidak dipublikasikan. Informasi tersebut baru diungkap oleh perwakilan Jon Voight pada Senin (18/5).

Mengutip Reuters, Trump sendiri diketahui menunjuk Jon Voight sebagai salah satu duta khusus Hollywood pada Januari 2025. Aktor besar lain seperti Sylvester Stallone dan Mel Gibson juga dipercaya menjalankan peran tersebut.


Baca Juga: Mengenal Manus Costello, CFO Baru Standard Chartered Pengganti De Giorgi

Gejolak Pajak Perfilman Amerika Serikat

Langkah Voight menjadi bagian dari upaya besar industri hiburan AS untuk menahan arus perpindahan produksi film dan serial televisi ke luar negeri.

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak rumah produksi memilih negara lain karena menawarkan insentif pajak lebih besar dan biaya produksi yang lebih murah.

Pihak Gedung Putih menyatakan pemerintahan Trump sedang mengeksplorasi berbagai opsi kebijakan agar Hollywood tetap menjadi kekuatan budaya Amerika Serikat.

Dalam pembahasan tersebut, Jon Voight bekerja bersama sejumlah organisasi besar industri hiburan Amerika, termasuk Motion Picture Association, serikat sutradara, hingga serikat pekerja aktor dan penulis.

CEO SP Media Group Steven Paul bersama Presiden SP Media Scott Karol mengusulkan kredit pajak federal sebesar 20% untuk biaya tenaga kerja produksi film dan televisi yang dibuat di AS.

Tak hanya itu, tambahan insentif 5% juga diusulkan untuk film independen maupun produksi yang dilakukan di wilayah bencana atau kawasan ekonomi tertentu.

Tujuan utama proposal ini adalah membuat biaya produksi di AS lebih kompetitif dibanding negara lain yang selama ini agresif menawarkan potongan pajak serta fasilitas produksi modern.

Baca Juga: David Beckham Jadi Atlet Miliarder Pertama di Inggris, Hartanya Rp27 Triliun

Produksi Film Hollywood Terus Menurun

Data perusahaan riset ProdPro menunjukkan aktivitas produksi film dan televisi di AS turun sekitar 10% pada kuartal pertama 2026 dibanding periode yang sama tahun lalu.

AS kini hanya menyumbang sekitar 38% produksi global, sementara Inggris dan Kanada secara gabungan sudah mendekati sepertiga pasar produksi dunia.

Sebelumnya pada September 2025, Donald Trump sempat melontarkan ide penerapan tarif 100% untuk film yang dibuat di luar negeri sebagai upaya mengembalikan produksi ke Amerika Serikat.

Namun, pelaku industri menilai insentif pajak akan lebih efektif dibanding kebijakan tarif.

Pemerintah negara bagian California bahkan telah meningkatkan anggaran insentif pajak film menjadi US$750 juta per tahun pada Juni 2025.

Hasil awalnya mulai terlihat. Data FilmLA menunjukkan jumlah hari syuting di Los Angeles naik hampir 11% pada kuartal pertama tahun ini.

Baca Juga: Mengenal Profil Kevin Warsh, Orang Kepercayaan Trump di Kursi Pemimpin The Fed

Profil Jon Voight, Legenda Hollywood yang Dekat dengan Trump

Jon Voight merupakan salah satu aktor senior paling berpengaruh di industri perfilman Amerika Serikat.

Namanya mulai dikenal luas setelah membintangi film legendaris Midnight Cowboy pada 1969.

Perannya dalam film tersebut membuat Voight mendapat nominasi Academy Awards dan menjadi salah satu aktor papan atas Hollywood pada era 1970-an.

Sepanjang kariernya, Jon Voight membintangi berbagai film terkenal seperti Coming Home, Heat, hingga Mission: Impossible.

Ia berhasil memenangkan Piala Oscar untuk kategori Aktor Terbaik lewat film “Coming Home”.

Selain dikenal sebagai aktor, Voight juga aktif dalam isu politik dan industri hiburan AS. Dalam beberapa tahun terakhir, ia menjadi salah satu pendukung Donald Trump yang paling vokal di kalangan selebritas Hollywood.

Pengaruh dan rekam jejak panjangnya di industri perfilman membuat Jon Voight dianggap sebagai figur penting dalam upaya mempertahankan posisi Hollywood sebagai pusat industri hiburan dunia.

Baca Juga: Trump Ajak CEO Citigroup Jane Fraser ke China, Sepenting Apa Sosoknya?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News