KONTAN.CO.ID - Kekosongan kekuasaan kembali membayangi Peru setelah Kongres resmi mencopot Jose Jeri dari kursi kepresidenan pada Selasa, 17 Februari 2026. Jeri yang baru menjabat selama empat bulan menyusul daftar panjang pemimpin Peru yang tumbang di tengah jalan akibat mosi tidak percaya dan skandal transparansi. Melansir laporan Reuters, Jeri merupakan presiden ketujuh Peru sejak 2018. Ia naik takhta pada Oktober 2025 menggantikan Dina Boluarte yang juga dimakzulkan.
Kronologi Skandal "Chifagate"
Kejatuhan Jeri dipicu oleh rekaman video yang menunjukkan dirinya melakukan pertemuan tertutup dengan pengusaha asal China, Zhihua Yang. Pertemuan tersebut menjadi sorotan karena beberapa alasan teknis dan etis:- Identitas Tersembunyi: Jeri tertangkap kamera mengenakan hoodie untuk menyamarkan identitasnya saat bertemu Yang di sebuah restoran China.
- Kasus "Chifagate": Skandal ini dinamakan publik sebagai "Chifagate", merujuk pada istilah lokal untuk restoran masakan China di Peru.
- Profil Pengusaha: Zhihua Yang diketahui memiliki sejumlah bisnis ritel, konsesi energi, dan sedang dalam pantauan ketat otoritas negara.
- Dugaan Korupsi: Selain pertemuan dengan Yang, Jeri menghadapi tuduhan pemberian kontrak negara kepada sejumlah perempuan setelah melakukan pertemuan larut malam di istana kepresidenan.
Profil Politik Jose Jeri
Lahir dari keluarga kelas menengah di Lima, Jose Jeri menempuh pendidikan hukum di Universitas Nasional Federico Villarreal dan sebuah universitas swasta. Berikut adalah jejak karier politiknya:- Tahun 2013: Bergabung dengan partai konservatif Somos Peru saat masih mahasiswa hukum.
- Tahun 2021: Masuk ke Kongres menggantikan posisi mantan Presiden Martin Vizcarra yang didiskualifikasi dari jabatan publik.
- Juli 2025: Terpilih menjadi Ketua Kongres.
- Oktober 2025: Dilantik menjadi Presiden interim karena tidak adanya wakil presiden yang menjabat saat Boluarte lengser.