JPMorgan: Harga Bitcoin di kisaran US$ 23.000-US$ 35.000 dalam jangka menengah



KONTAN.CO.ID - Penjualan saham Grayscale Bitcoin Trust antara Juni dan Juli kemungkinan akan menjadi sumber tekanan baru bagi harga Bitcoin, menurut JPMorgan Chase & Co.

Bitcoin tetap berada di bawah tekanan dalam beberapa hari terakhir, jatuh sebentar di bawah level kunci US$ 30.000 pada Selasa (22/6), di tengah kekhawatiran terus-menerus tentang tindakan keras China yang meluas terhadap mata uang kripto. 

Saat ini, harga Bitcoin ada di kisaran US$ 32.000-US$ 33.000, turun 50% dari rekor tertingginya di dekat US$ 65.000 pada pertengahan April lalu.


Tapi, “Terlepas dari koreksi minggu ini, kami enggan meninggalkan pandangan negatif kami untuk Bitcoin dan pasar kripto secara lebih umum,” kata Nikolaos Panigirtzoglou, Strategists JPMorgan. 

Baca Juga: Pulih! Harga Bitcoin tembus US$ 34.000 setelah terjungkal ke bawah US$ 30.000

"Meskipun ada beberapa perbaikan, sinyal kami tetap bearish secara keseluruhan," ujar dia dalam sebuah catatan, Rabu (23/6), seperti dikutip Bloomberg.

Sementara Chief Executive Officer DoubleLine Capital LP Jeffrey Gundlach mengatakan di Twitter pada Kamis (24/6), “ini masalah besar” jika Bitcoin ditutup di bawah US$ 30.000, tanpa menjelaskan lebih lanjut. 

Kemampuan untuk mempertahankan level itu dianggap oleh beberapa orang sebagai kunci tren masa depan mata uang kripto.

Nilai wajar Bitcoin, berdasarkan perbandingan volatilitas versus emas, terlihat di kisaran US$ 23.000 hingga US$ 35.000 dalam jangka menengah, JPMorgan mengatakan. 

"Ini masih akan membawa penurunan harga ke level US$ 25.000 sebelum momentum jangka panjang akan memberi sinyal kapitulasi," kata mereka.

Selanjutnya: Harga Bitcoin jatuh ke level US$ 28.000, keuntungan tahun ini tinggal 2%

Editor: S.S. Kurniawan