JPMorgan Perluas Kredit UMKM, Siapkan Pendanaan US$80 Miliar dan Rekrut 1.000 Analis



KONTAN.CO.ID - JPMorgan Chase berencana meningkatkan penyaluran kredit ke sektor usaha kecil dalam beberapa tahun ke depan sebagai bagian dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Amerika Serikat (AS).

Melansir Reuters Selasa (31/3/2026), melalui program bertajuk American Dream Initiative, bank ini menargetkan jumlah nasabah usaha kecil meningkat dari 7 juta menjadi 10 juta.

Program tersebut juga mencakup upaya memperluas akses perumahan terjangkau, layanan kesehatan, serta pelatihan tenaga kerja.


Baca Juga: Asia Berburu Energi Alternatif, Skema Barter Jadi Solusi di Tengah Krisis Iran

Dalam rencana jangka panjang, JPMorgan menyiapkan penyaluran kredit hingga US$80 miliar untuk pelaku usaha kecil selama 10 tahun ke depan, baik secara langsung maupun melalui lembaga keuangan pengembangan komunitas dan program pemerintah.

Selain itu, perusahaan akan memperluas program pendampingan bisnis yang ditargetkan menjangkau 115.000 pemilik usaha kecil, dengan fokus pada pengelolaan gaji, arus kas, layanan kesehatan, hingga program pensiun karyawan.

CEO Chase Business Banking Ben Walter mengatakan, sebagian besar pinjaman akan bersifat komersial dengan suku bunga pasar agar tetap berkelanjutan.

Untuk mendukung ekspansi ini, JPMorgan akan merekrut 1.000 petugas kredit usaha kecil tambahan serta 150 konsultan bisnis senior yang akan ditempatkan di berbagai cabang, terutama di wilayah seperti Alabama, serta kota-kota besar seperti Philadelphia, Atlanta, Los Angeles, dan San Francisco.

Baca Juga: China Kejar Pajak dari Orang Kaya yang Pegang Saham Di Luar Negeri

CEO JPMorgan Jamie Dimon menyatakan bahwa inisiatif ini bertujuan memperluas manfaat ekonomi ke lebih banyak masyarakat.

“Impian Amerika masih hidup, tetapi semakin sulit dijangkau oleh banyak orang dan generasi mendatang,” ujarnya.

Salah satu fokus utama program ini adalah negara bagian Alabama, di mana JPMorgan telah memiliki berbagai klien institusi besar serta terlibat dalam pembiayaan proyek infrastruktur, termasuk pembangunan jalan raya West Alabama Corridor.

Bank ini juga menargetkan pembukaan hingga 35 cabang baru di wilayah tersebut pada 2030.