JAKARTA. Di tengah kondisi bursa saham yang cenderung sepi dalam beberapa pekan terakhir ini, PT Jaya Real Property Tbk (JRPT) berencana membeli kembali atau buy back sahamnya. Perusahaan properti ini akan membeli kembali 275 juta unit atau 10% dari total saham.
Demi menyukseskan aksi korporasi itu, emiten bersandi saham JRPT ini menganggarkan dana sebesar Rp 220 miliar. Sumber dananya dari kas internal. Namun, dalam surat keterbukaan informasinya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin (10/11), Henky Wijaya, Wakil Direktur Utama JRPT, tidak menjelaskan alasan perusahaan melakukan program buy back. Yang jelas, program itu akan dilangsungkan sejak pertengahan Oktober lalu hingga tiga bulan ke depan. Perusahaan telah menunjuk PT Indo Premier Securities sebagai broker pelaksana buy back. Menurut Henky, JRPT punya beberapa opsi penggunaan saham yang telah dibeli kembali itu. Di antaranya, menjual kembali saham itu ketika harganya meningkat atau menerbitkan obligasi tukar alias exchangeable bonds. Ada pula rencana menggunakan saham itu untuk diberikan kepada karyawan atau manajemen yang berprestasi.
Sekadar informasi, kemarin, harga saham JRPT stagnan di posisi Rp 780 per saham. Sejak tiga bulan terakhir, harga sahamnya sudah naik 11,43% dari posisi Rp 700 per saham pada 13 Agustus lalu. Harga saham JRPT pernah menyentuh level terendah Rp 480 per saham pada 8 April 2009. Andri Zakarias Siregar, Analis Universal Broker Indonesia Securities mengatakan, rencana buy back itu akan memberikan prospek positif dan tidak mengganggu keuangan perusahaan. "Karena JPRT memiliki arus kas yang memadai," imbuhnya. Di sisi lain, kinerja JPRT terbilang bagus ditopang oleh penjualan proyek properti. Asal tahu saja, laba bersih perusahaan hingga akhir Juni lalu sebesar Rp 117,43 miliar. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News