JSMR menyiapkan belanja modal Rp 5,4 triliun



JAKARTA. PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) tahun depan lebih rendah dari tahun ini. Ini karena kebutuhan capex JSMR sudah banyak dikucurkan di tahun ini.

Pada tahun depan JSMR menganggarkan belanja senilai Rp 5,4 triliun. Angka ini lebih rendah Rp 530 miliar dari anggaran belanja modal JSMR tahun ini Rp 5,93 triliun. Sebelumnya, JSMR mematok capex Rp 7 triliun di tahun ini. Namun bulan Oktober lalu, emiten ini memutuskan memangkas capex.

Reynaldi Hermasjah, Direktur Keuangan JSMR bilang, penurunan capex itu karena proyek jalan tol merupakan investasi jangka panjang. "Investasi untuk proyek-proyek tersebut memang sudah direncanakan di muka," kata dia. Sehingga, ketika menjelang beroperasi proyek jalan tol, kebutuhan dana investasi juga semakin kecil.


Reynaldi mengatakan, 55% dana capex atau setara Rp 2,97 triliun akan digunakan untuk mengembangkan sembilan proyek jalan tol. Dari jumlah tersebut, terdapat lima proyek jalan tol yang akan rampung di 2014. Yakni, proyek jalan tol JORR W2 Utara, Bogor Ringroad 2A, Semarang-Solo sesi Ungaran-Bawean, Gempol-Pasuruan, dan Gempol-Pandaan.

Kemudian, sebanyak 30%-35% capex atau setara Rp 1,6 triliun-Rp 1,8 triliun akan digunakan untuk biaya operasional. Sisanya, senilai Rp 540 miliar-Rp 810 miliar untuk usaha lain.

Reynaldi bilang, sekitar 30% dana capex berasal dari kas internal, sisanya 70% dari pinjaman perbankan dan pasar modal. Sebetulnya, di tahun ini JSMR telah menerbitkan obligasi Rp 2,1 triliun. Tapi, dana obligasi itu untuk membayar utang serta mengembangkan kapasitas dan bisnis.

Nah, dengan adanya penambahan lima jalan tol baru, JSMR berharap, bisa meningkatkan kinerja di tahun depan. Reynaldi bilang, pendapatan jalan tol akan meningkat 16,6% menjadi Rp 7 triliun di 2014. Sampai akhir tahun ini, JSMR diharapkan bisa meraih pendapatan jalan tol sebesar Rp 6 triliun. Angka ini lebih kecil dari target awal 2013 yakni Rp 6,5 triliun.

Sampai kuartal III tahun ini, pendapatan tol JSMR tercatat Rp 4,21 triliun dan berkontribusi 59% terhadap total pendapatan JSMR sebesar Rp 7,1 triliun. Analis First Asia Capital, David Nathanael Sutyanto bilang, kinerja JSMR tahun depan masih positif. Meski ada depresiasi rupiah, bisnis jalan tol JSMR terbilang stabil. Hanya saja, David mengkhawatirkan dampak kenaikan suku bunga terhadap kinerja JSMR. Sebab, utang emiten jalan tol ini terbilang besar.

David memperkirakan, pendapatan JSMR akan mencapai Rp 10,5 triliun-Rp 11 triliun di 2013. Lalu di 2014, pendapatan JSMR akan tumbuh 10%. Harga JSMR turun 2,86% di Rp 5.100, Jumat (6/12).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News