KONTAN.CO.ID - JAKARTA. J&T Express mencatatkan total volume pengiriman mencapai 30,13 miliar paket di sepanjang 2025, melampaui 30 miliar paket untuk pertama kalinya.
Angka ini meningkat 22,2% secara tahunan (yoy), dengan rata- rata volume pengiriman harian mencapai 82,5 juta paket, atau naik sebanyak 22,6% yoy.
Selama periode tersebut, J&T Express mencatat pertumbuhan yang stabil, terutama didorong oleh kinerja bisnis di pasar Asia Tenggara, New Markets, dan kontribusi dari pasar China.
Baca Juga: Harga Timah Global Melonjak 50% dalam Tiga Bulan, Pasokan Ketat Jadi Pemicu Group Vice President J&T Express, Charles Junyi Hou, mengungkapkan pada kuartal keempat 2025, J&T Express mencatat total volume pengiriman sebesar 8,46 miliar paket, meningkat sebesar 14,5% YoY, dengan rata-rata volume pengiriman harian mencapai 92 juta paket secara global.
Jika dirinci, volume pengiriman Asia Tenggara pada kuartal IV-2025 melonjak, dengan volume pengiriman di kawasan ini mencapai 7,66 miliar paket, atau tumbuh 67,8% YoY.
“Di Indonesia, peningkatan pengiriman tercatat lebih dari 60% secara tahunan (YoY) di sepanjang tahun,” ungkp Charles, dalam siaran pers, Kamis (29/1/2026).
Sementara itu, di New Markets (Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Meksiko, Brasil, dan Mesir), J&T Express melanjutkan momentum pertumbuhan yang kuat dari kuartal sebelumnya.
Pada kuartal IV-2025, volume pengiriman di New Markets melampaui 100 juta paket, mencapai 130 juta paket, meningkat 79,7% YoY; volume pengiriman dalam satu tahun mencapai 400 juta paket, naik 43,6% YoY.
“Tiongkok turut mencatat pertumbuhan yang baik, dengan volume pengiriman sebesar 5,89 miliar paket pada kuartal IV-2025, volume pengiriman tahun penuh mencapai 22,07 miliar paket, meningkat 11,4% YoY,” tuturnya.
Baca Juga: SRC Terus Konsisten Memberdayakan UMKM dan Memperkuat Kemandirian Ekonomi Rakyat Pada tahun 2025, perusahaan terus melakukan investasi pada infrastruktur dan alokasi sumber daya, secara strategis mengoptimalkan mitra jaringan dan outlet di berbagai pasar, serta meningkatkan pusat sortir untuk meningkatkan efisiensi operasional. Di China, J&T Express dengan cepat mendorong inisiatif otomatisasi outlet dan ekspansi
cloud warehouse, serta secara aktif mendukung investasi peralatan otomatis di outlet dan penerapan kendaraan tanpa awak.
Hal ini menghasilkan peningkatan sebesar 26% pada jumlah peralatan otomatis di outlet pada akhir tahun dibandingkan Juni, serta penerapan 1.000 unit kendaraan tanpa awak untuk secara signifikan meningkatkan efisiensi pengiriman last-mile. “Secara bersamaan, J&T Express telah membangun total 173 cloud warehouse, yang memungkinkan penyediaan layanan bernilai tambah untuk menjawab beragam kebutuhan pelanggan, memperkuat retensi pelanggan, serta meningkatkan pengalaman secara keseluruhan,” jelasnya.
Selain itu, J&T Express telah mempelopori penggunaan peralatan sortir otomatis kelas industri pertama di Asia Tenggara pada outlet last-mile di Thailand, dengan target peningkatan otomatisasi secara nasional pada 2026.
Teknologi ini juga telah diterapkan di outlet serupa di Vietnam, Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Hingga akhir 2025, J&T Express mengoperasikan 19.300 outlet dan 246 pusat sortir. Jumlah mesin sortir otomatis di seluruh pasar meningkat 134 unit secara tahunan menjadi 413 unit.
Baca Juga: Merger dan Akuisisi Global Meningkat 40% pada 2025, Ini Dampaknya ke Pasar Domestik “Ke depan, kami akan terus memperkuat jaringan global, mendorong pertumbuhan melalui inovasi, serta secara konsisten memenuhi kebutuhan pasar,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News