J&T Siapkan Skema Terintegrasi Hadapi Lonjakan Paket Kuartal I 2026



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Global Jet Express (J&T Express) menyiapkan strategi operasional terintegrasi untuk mengantisipasi lonjakan volume pengiriman dan potensi kenaikan biaya selama periode peak season kuartal I 2026.

Perusahaan fokus pada penguatan proses kerja, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta optimalisasi sistem operasional guna menjaga efisiensi tanpa mengorbankan kualitas layanan.

Komisaris J&T Express Iwan Senjaya mengatakan, perusahaan telah mempersiapkan skema operasional yang mencakup seluruh rantai distribusi, baik dari sisi SDM maupun pendukung operasional lainnya.


“Dalam menghadapi peak season kuartal I, kami telah menyiapkan skema operasional yang terintegrasi, baik dari sisi sumber daya manusia maupun pendukung operasional lainnya,” kata Iwan kepada Kontan, Selasa (27/1/2026).

Baca Juga: Manfaatkan Kerjasama Dagang RI–China, J&T Express Perkuat Ekspansi Logistik ke China

Ia menjelaskan, langkah konkret yang dilakukan antara lain penguatan proses kerja di lapangan, peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM, serta evaluasi berkelanjutan terhadap alur operasional. Upaya ini ditujukan agar arus pengiriman tetap berjalan lancar di tengah lonjakan volume paket.

“Langkah yang dilakukan mencakup penguatan proses kerja, peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM, serta evaluasi berkelanjutan terhadap alur operasional. Dengan pendekatan ini, operasional diharapkan tetap berjalan efektif, efisien, dan berkelanjutan selama periode lonjakan volume,” ujarnya.

Di sisi lain, J&T juga mewaspadai potensi kenaikan biaya operasional yang kerap menyertai periode sibuk, mulai dari biaya tenaga kerja, bahan bakar, hingga pemeliharaan armada.

Untuk itu, perusahaan menempuh strategi efisiensi melalui optimalisasi sistem kerja dan pemanfaatan sumber daya yang ada.

Baca Juga: Hingga Kuartal III Tahun Ini, Volume Pengiriman J&T Express Meningkat 60%

“Strategi yang kami terapkan adalah mengoptimalkan sistem kerja serta pemanfaatan sumber daya yang ada, sehingga efisiensi dapat ditingkatkan dan biaya operasional dapat ditekan tanpa mengorbankan kualitas layanan,” kata Iwan.

Terkait penyesuaian tarif, Iwan tidak menyinggung adanya kenaikan harga secara langsung. Menurut dia, fokus utama perusahaan saat ini adalah menjaga stabilitas layanan dan efisiensi biaya agar tekanan biaya dapat dikelola dari sisi internal.

Selain faktor volume, J&T juga mengantisipasi risiko eksternal seperti cuaca ekstrem dan potensi banjir yang dapat mengganggu distribusi. Perusahaan menyiapkan rute alternatif serta metode pengiriman lain guna meminimalkan keterlambatan selama periode sibuk.

“Sebagai langkah mitigasi risiko, kami menyiapkan rute-rute dan alternatif metode pengiriman dengan tetap mempertimbangkan ketepatan waktu pengiriman serta efisiensi biaya, sehingga potensi dampak terhadap kinerja operasional dan kualitas layanan dapat diminimalkan,” pungkasnya.

Selanjutnya: Midi Utama (MIDI) Berencana Buka 200 Gerai Baru di 2026 Meski Penjualan Lebih Rendah

Menarik Dibaca: Hujan Sejak Dini Hari, Simak Prakiraan BMKG Cuaca Besok (28/1) di Jakarta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News