KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masih enggan mengungkap secara gamblang sosok yang akan menggantikan Thomas Djiwandono sebagai pejabat yang akan dilantik dalam waktu dekat. Ia mengaku belum bisa berbicara lebih jauh karena menunggu keputusan resmi dari Presiden. Seperti yang diketahui, Thomas Djiwandono resmi terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia, dari sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Baca Juga: Tegas! Purbaya Bakal Rombak Massal Pejabat di Bea Cukai "Saya katanya mesti nggak boleh ngomong duluan, harus dengerin," ujar Purbaya kepada awak media di Jakarta, Selasa (27/1). Meski demikian, Purbaya tak menampik bahwa sudah ada nama yang beredar di kalangan internal, yakni Juda Agung, yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Saat ditanya apakah bocoran nama tersebut benar, ia mengisyaratkan hal itu memang mengarah pada salah satu kandidat kuat. "Kan saya sudah ketemu dengan beliau (Juda) dan kelihatannya sih salah satu calon yang kuat ya," katanya. Namun, Purbaya mengaku tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah kandidat yang disiapkan. Menurutnya, seluruh proses penentuan berada sepenuhnya di tangan Presiden Prabowo Subianto. "Saya nggak tahu, kan itu di Presiden," katanya singkat.
Baca Juga: Izin Dicabut Imbas Bencana Sumatra, Menteri LH Pastikan 8 Perusahaan Tak Beroperasi Terkait waktu pelantikan, Purbaya mengatakan akan dilakukan pada Februari atau minggu depan. Sementara itu, mengenai penugasan wakil menteri baru, Purbaya mengaku belum mengetahui pembagian tugas secara rinci. Ia menegaskan akan tetap fokus bekerja dan menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada. "Saya juga nggak tahu pembagiannya seperti apa, pokoknya kita kerja aja udah. Yang macet-macet saya beresin," katanya. Purbaya menegaskan dirinya akan menangani langsung sektor strategis yang berkaitan dengan penerimaan negara, khususnya Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
"Bea cukai dan pajak saya tangani langsung karena itu penting buat penerimaan tahun ini dan untuk menekan defisit anggaran kita," tegas Purbaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News