JAKARTA. Pemerintah berencana untuk menambah jumlah infrastruktur peringatan dini tsunami. Mengingat sistem peringatan dini tsunami saat gempa bumi 8,5% yang lalu tidak bekerja dengan maksimal. "Presiden menyetujui penambahan infrastruktur peringatan dini tsunami seperti sirene, buoy tsunami, peralatan pasang surut, GPS dan lainnya," kata Juru bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, Senin (16/4). Keputusan ini berdasarkan hasil rapat intern di Istana Bogor yang dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono, Kepala Badan Nasional Penanganan Bencana Syamsul Maarif, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Sri Woro Budiati Harjono, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menko Politik Hukum dan Ham Djoko Suyanto, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam.
Jumlah alat peringatan dini tsunami bakal ditambah
JAKARTA. Pemerintah berencana untuk menambah jumlah infrastruktur peringatan dini tsunami. Mengingat sistem peringatan dini tsunami saat gempa bumi 8,5% yang lalu tidak bekerja dengan maksimal. "Presiden menyetujui penambahan infrastruktur peringatan dini tsunami seperti sirene, buoy tsunami, peralatan pasang surut, GPS dan lainnya," kata Juru bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, Senin (16/4). Keputusan ini berdasarkan hasil rapat intern di Istana Bogor yang dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono, Kepala Badan Nasional Penanganan Bencana Syamsul Maarif, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Sri Woro Budiati Harjono, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menko Politik Hukum dan Ham Djoko Suyanto, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam.