Jumlah ATM Berkurang, Bank CIMB Niaga Utamakan Layanan Digital di Tahun 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dengan semakin berkembangnya teknologi digital perbankan, PT Bank CIMB Niaga Tbk (Bank CIMB Niaga) akan lebih memfokuskan pengembangan layanannya dalam ranah digital.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Direktur Bank CIMB Niaga Lani Darmawan. Menurutnya, masyarakat saat ini semakin cenderung memilih layanan berbasis digital dibandingkan yang masih bersifat konvensional.

Penurunan minat nasabah dalam layanan konvensional dilihat Lani dari semakin menurunnya jumlah transaksi yang dilakukan di mesin ATM CIMB Niaga. 


Baca Juga: BCA Akan Tebar Dividen Interim Tiga Kali Tahun 2026, Ini Alasannya

"Terlihat penggunaan atau transaksi di mesin ATM menurun terus sejalan dengan semakin tingginya minat terhadap transaksi digital," kata Lani saat dihubungi Kontan, Kamis (12/3/2026).

Lani kemudian menyebut Bank CIMB Niaga akan lebih memfokuskan investasinya pada peningkatan transaksi digital, seperti menggunakan aplikasi CIMB Niaga, yaitu OCTO. Ia menilai masyarakat lebih suka layanan digital karena lebih cepat, mudah, serta efisien.

Adapun mesin tarik tunai Bank CIMB Niaga yang tersebar di Indonesia saat ini semakin mengalami penurunan jumlah. Dikutip dari laporan tahunan CIMB Niaga, jumlah mesin penarikan dan pengiriman tunai berkurang menjadi total 2.786 per Desember 2025, turun dari tahun sebelumnya di angka 3.256 mesin.

Baca Juga: BTN Siapkan Uang Tunai Rp 23,18 Triliun Jelang Lebaran 2026

Lani menyebut mesin transaksi Bank CIMB Niaga bisa dioperasikan oleh semua bank, termasuk juga bank luar negeri. Akan tetapi, Bank CIMB Niaga belum terlihat akan kembali menambahkan jumlah mesin tarik tunainya.

"Kami lebih mengutamakan investasi lanjutan untuk transaksi digital non-ATM," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News