Jumlah cadangan minyak dan kondensat terus menurun



JAKARTA. SKK Migas mencatat cadangan minyak dan kondensat di Indonesia terus menurun. Pada tahun 2013 tercatat cadangan minyak dan kondensat terbukti hanya 3693 MMSTB. Tahun 2014 terjadi penurunan hingga cadangan minyak dan kondensat terbukti hanya 3624 MMSTB dan tahun 2015 terus menurun hingga hanya mencapai 3603 MMSTB.

Kepala SKK MigasĀ Amien Sunaryadi mengatakan, SKK Migas telah mencatat dari 2000-2015, cadangan minyak dan kondensat terus menurun.? "Walaupun kalau dilihat jumlah lapangan itu meningkat, tapi jumlah cadangan menurun," kata Amien pada Jumat (22/7).

Padahal dalam laporan perkembangan semester I 2016 tercatat jumlah operator yang mengoperasikan wilayah kerja (WK) mencapai 289 WK. Namun sayangnya mayoritas merupakan perusahaan dalam negeri yang tidak bisa mengembangkan wilayah kerja migas tersebut sehingga produksi tidak banyak bertambah.


"Dulu BP Migas jumlahnya hanya 115 WK, sekarang menjadi 289 WK atau naik 2,5 kali, jadi kerepotannya juga naik 2,5 kali. Produksi naik tetapi tidak sebanyak jumlah WK-nya,"jelas Amien.

Minimnya WK yang bisa diproduksi juga salah satunya disebabkan oleh jumlah kegiatan eksplorasi yang menurun. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja bilang sepanjang semester I 2016 hanya terdapat 10 pengeboran sumur eksplorasi. Sementara pengobaran sumur produksi mencapai 104 sumur.

Menteri ESDM Sudirman Said menyebut situasi eksplorasi saat ini memang belum menggembirakan. Terutama karena harga minyak mentah dunia yang masih rendah dan insentif yang kecil, sehingga investasi di sektor hulu migas menurun.

"Karenanya sedang direkomendasi oleh KEN dalam waktu dekat akan dicari solusi terobosan untuk mendorong eksplorasi. Eksplorasi adalah hal penting," tegas Sudirman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News